MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Falah UM menggelar praktik manasik haji awal tahun 2026.
Kegiatan berlangsung pada Minggu (8/2/2026) di lingkungan kampus UM dan diikuti puluhan peserta dengan antusiasme tinggi.
Praktik manasik haji ini menjadi bagian penting dalam membekali calon jamaah agar memahami rangkaian ibadah haji secara utuh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Melalui simulasi langsung, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik yang mendekati kondisi sebenarnya, sehingga pemahaman menjadi lebih konkret dan mudah diterapkan.
Sejarah singkat KBIHU Al Falah UM: Awalnya dibentuk sebagai wadah pendampingan ibadah haji bagi keluarga besar UM.
Seiring dengan berkembangnya kebutuhan, layanan bimbingan tersebut kini terbuka untuk umum sebagai bentuk kontribusi nyata UM dalam bidang keagamaan dan sosial.
Tahun ini, tercatat 49 calon jamaah haji mengikuti bimbingan KBIHU Al Falah UM. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring adanya calon jamaah cadangan yang bisa naik status keberangkatannya.
Rangkaian pelatihan meliputi praktik seluruh tahapan utama ibadah haji, mulai dari niat dan ihram, thawaf, sa’i, hingga simulasi wukuf.
Setiap tahapan dilaksanakan secara tertib dengan pendampingan pembimbing yang memberikan arahan teknis, sehingga jamaah memahami alur ibadah secara runtut dan aplikatif.
Ketua Pelaksana KBIHU Al Falah UM, Nur Mutamakkin, M.Pd., menegaskan bahwa praktik ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada jamaah sebelum berangkat.
“Melalui praktik ini, jamaah diharapkan sudah memiliki bayangan kondisi di Tanah Suci sehingga tidak merasa bingung saat menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dan kemandirian jamaah.
“Kami berharap jamaah mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri, memahami setiap rangkaian ibadah, serta siap menghadapi kondisi dan medan di Tanah Suci agar ibadah berjalan lancar,” tambahnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, KBIHU Al Falah UM menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi jamaah haji secara optimal, sekaligus memperkuat peran UM dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Harapannya, program bimbingan ini dapat menjadi contoh inisiatif keagamaan yang inklusif dan berdampak positif bagi komunitas kampus maupun masyarakat luas. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




