Siti Rachmawati, SE pemerhati traveling Malang Raya. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Malang Raya, khususnya Kota Malang, Jawa Timur, bukan sekadar kota dengan udara sejuk. Daerah yang berakar sejak abad ke-8 Masehi ini tumbuh melalui era Singhasari dan Majapahit, hingga akhirnya menjadi kota modern terbesar kedua di Jawa Timur.
Pada 1 April 1914, Belanda menetapkannya sebagai Kotapraja (stadsgemeente), dan hari itu kini diperingati sebagai hari jadi kota Malang. Demikian disampaikan Siti Rachmawati, SE. Salah satu pemerhati traveling di Kota Malang dalam wawancara eksklusif bersama redaksi Malang Post.
KOTA PENDIDIKAN DAN PARIWISATA SEJUK
Rachma menjelaskan bahwa Kota Malang dikenal sebagai “Swiss van Java”—julukan yang juga dipakai Garut, namun dengan ciri khasnya sendiri.
Dikelilingi pegunungan indah seperti Gunung Arjuno, Gunung Kawi, Gunung Semeru, dan Gunung Bromo, Malang Raya memiliki tata ruang yang rapi serta panorama mirip Swiss.
Udara yang sejuk menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadikan Malang sebagai destinasi wisata andalan di Indonesia.
DESTINASI WISATA BERAGAM
Malang Raya menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari alam hingga edukasi hiburan. Wisata alam meliputi gunung, air terjun, dan pantai.
Sementara destinasi modern mencakup Museum Angkut, Jatim Park, Flora Wisata San Terra, dan Taman Rekreasi Selecta. Suasana sejuk diapit deretan gunung menjadikan Malang selalu menjadi tujuan liburan yang dinanti banyak orang.
BAHASA LOKAL YANG UNIK
Menurut Rachma, pengunjung akan menemukan variasi bahasa Indonesia, Jawa, dan Madura di Kota Malang. Namun yang paling menarik adalah dialek Walikan—juga dikenal sebagai bahasa terbalik—yang membalik urutan huruf kata-kata dalam percakapan. Contohnya, “Mas” menjadi “Sam” dan “Saya” menjadi “Ayas”.
KOTA PENDIDIKAN TERKEMUKA
Tidak hanya wisata, Malang juga meneguhkan diri sebagai kota pendidikan. Bersama Yogyakarta, Malang menjadi tujuan utama bagi pelajar melanjutkan studi. Lebih dari 40 perguruan tinggi hadir di kota ini, baik negeri maupun swasta, termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Islam Malang.
KISAH SEJATI DI BALIK KOTA SEJUK
Malang dikenal sebagai kota dengan jejak sejarah yang kuat. Peninggalan kerajaan seperti Candi Badut, Candi Singosari, dan Candi Sumberawan menjadi saksi bisu peran Malang dalam sejarah Indonesia, sebelum maupun sesudah kemerdekaan.
Museum-museum bersejarah seperti Museum Brawijaya, Museum Mpu Purwa, Museum Zoologi Frater Vianney, dan Museum Musik Indonesia turut menjaga warisan budaya kota ini.
Malang Raya dan khususnya Kota Malang bukan sekadar destinasi wisata sejuk. Ia adalah perpaduan antara jejak sejarah, kekayaan budaya, dan semangat pendidikan.
Dari Prasasti Dinoyo hingga modernitas kota besar, Malang Raya terus menarik rindu setiap pengunjung yang pernah datang, menjadikan kota dingin ini hidup di hati banyak orang. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




