Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad wisatawan tewas usai terseret ombak Pantai Sine pada Sabtu (7/2/2026).(Foto: Polsek Kalidawir)
MALANG POST – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Muhammad Attaya Ulum, warga Malang yang terseret ombak dan tenggelam di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Senin pagi (9/2/2026), sekitar pukul 06.30, tidak jauh dari lokasi kejadian semula.
Korban diketahui bernama Muhammad Attaya Ulum (20) warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ia dikenal keluarga sebagai sosok yang ramah dan penuh semangat belajar. Menurut penuturan keluarga, Attaya sedang berlibur bersama beberapa temannya ketika momen naas itu terjadi.
Melansir dari berbagai sumber, informasi awal diterima tim SAR sekitar pukul 05.45 dari petugas potensi SAR yang sedang patroli di sekitar perairan Pantai Sine.
Mereka menemukan jenazah yang tergeletak di samping batu karang sekitar 100 meter dari lokasi kejadian pertama. Tim SAR gabungan segera melaksanakan evakuasi dengan penuh kehati-hatian.
AKP Bambang Kurniawan menyatakan, “Setelah menerima laporan adanya sesosok jenazah di sekitar batu karang, tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi dan berhasil melakukan evakuasi.”
Ia menambahkan bahwa jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 10.00, ketika beberapa wisatawan sedang mandi di tepi Pantai Sine. Seorang pria dan anaknya berenang menuju tengah laut dan mengalami kelelahan.
Ketika teriakan minta tolong terdengar, Attaya bersama pelapor dan saksi berusaha memberikan pertolongan. Namun tenaganya terkuras di tengah laut, sementara rekan-rekannya berhasil mencapai tepi pantai. Attaya terseret arus dan tenggelam sebelum sempat diselamatkan.
Kapolsek Kalidawir mengimbau warga dan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat berada di pantai selatan. Mempertimbangkan karakter ombak dan arus yang cukup berbahaya, ia menegaskan perlunya keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kami mengimbau pengunjung untuk tidak berenang terlalu ke tengah dan selalu memperhatikan kondisi laut,” ujarnya.
Keluarga korban yang berada di Malang telah menerima kabar duka ini melalui pihak berwenang. Mereka menyatakan terima kasih atas upaya tim SAR dan dukungan dari warga setempat. Pihak keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar dan doa terbaik untuk Attaya.
Kejadian di Pantai Sine ini mengingatkan kita semua akan pentingnya waspada terhadap perubahan arus dan gelombang saat berada di pantai. Semoga keluarga korban diberi kekuatan, dan upaya pencegahan serta keselamatan wisatawan bisa ditingkatkan demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




