HERO: Dua gol yang dibuat Gabriel Silva dari hasil serangan balik, membuat Arema berhasil mengalahkan Persija. (Foto: Cak Taufiq/Arema Official)
MALANG POST – Sejak pekan ke-17 Super League, ada yang berubah pada gaya permainan Arema. Skuadra Singo Edan bermain pragmatis. Tak perlu bermain cantik, asal bisa menang.
Marcos Santos, sang pelatih asal Brasil, mengakui hal tersebut. Setelah di pekan ke-19, kembali menang di kandang lawan Persijap.
Ternyata salah satu yang menjadi kunci kemenangan Arema atas Persija di pekan ke-20, juga pola sederhana yang biasa dipakai Jose Mourinho. “Saya dibayar untuk menang, bukan untuk menghibur,” katanya.
Lihat saja data statistik Persija vs Arema di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Penguasaan bola kalah jauh. 72 berbanding 28.
Umpan sukses juga kalah jauh. Persija melakukan 469 kali dan Arema hanya 184 kali.
Tapi dari sisi efektivitas serangan, justru Arema berhasil mengimbangi. Antara Persija dan Arema sama-sama melakukan 14 kali tembakan, dengan lima yang mengarah ke gawang.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, seusai laga mengakui kesulitan menghadapi permainan Arema yang pragmatis. Pertahanan yang ketat dan disiplin sejak awal pertandingan, membuat pemain Persija tidak bisa menembus.
Sama persis gaya pragmatis ala Jose Mourinho. Pertahanan rapat, blok rendah, mengorbankan penguasaan bola, tapi efektif dalam transisi dan bola mati.
Seperti dua gol yang dibuat Gabriel ‘Gabi’ Silva. Semuanya dari skema counter attack. Efektif dan mematikan.
Gol pertama yang tercipta pada menit ke-80, diawali hanya dari sodoran Johan Ahmat Farizi, yang saat itu masih berada di kotak 16 pertahanan Arema, langsung menuju ke Gabi.
Winger bernomor punggung 7 itu, dengan solo run terus membawa bola, melewati beberapa hadangan pemain Persija, sebelum akhirnya kaki kirinya mengeksekusi bola tanpa bisa di blok kiper Persija, Eduardo.
Pun dengan gol keduanya di menit 90+10. Diawali umpan lambung dari lini belakang, yang mengarah ke tengah lapangan. Duel di udara terjadi antara Dalberto Luan Belo dan Rizky Ridho. Bola muntah justru ke arah gawang Persija yang kosong.
Gabi yang muncul dari blind side, membawa bola muntah itu untuk langsung head to head dengan Eduardo.
Kelincahan dan ketenangan pemain Brasil itu, membuat Eduardo, Rizky Ridho dan Van Basty, tidak mampu membendung tendangan kaki kirinya. Arema pun unggul 2-0.
“Di babak kedua kami ganti Maxwell dengan Alladine.”
“Kami juga ganti skema serangan dan kami mencoba cetak gol, tapi belum berhasil.”
“Kami lakukan serangan, tapi lawan bisa mencetak gol lewat serangan balik,” jelas Mauricio Souza.
Dari kubu tim tamu, pelatih Arema, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves menilai dukungan Aremania dan kepatuhan pemain terhadap instruksinya, menjadi kunci keberhasilan Singo Edan mencuri poin dari Persija.
“Ini laga yang sulit dan tidak mudah. Tapi pemain termotivasi dengan adanya suport dari penonton, membuat mereka lebih siap di lapangan,” ujar pelatih asal Brasil.
“Seluruh pemain, juga melakukan apa yang diterapkan saat latihan. Jadi semua bermain bagus,” tutupnya. (Ra Indrata)




