MALANG POST – Pemerintah Kota Malang selalu menangkap peluang dampak ekonomi, saat menjadi tuan rumah setiap even besar.
Terlebih-lebih, Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmen sebagai tuan rumah even besar, melalui visi misi seribu even. “Potensi sebagai kota pendidikan dan kota wisata, juga menjadi peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah seiring perkembangan Malang menuju kota metropolitan.”
Hal itu ditegaskan Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Senin (9/2/2026).
Baihaqi menambahkan, penyelenggaraan even skala regional dan nasional, dinilai memberi dampak ekonomi yang besar jika didukung kolaborasi pemerintah, masyarakat dan stakeholder.
“Even besar seperti peringatan satu abad NU dan satu abad Stadion Gajayana, menunjukkan sinergi dengan dunia usaha dalam penyediaan layanan. Meski keterlibatan UMKM belum optimal karena sebagian jamaah membawa logistik sendiri,” jelasnya.
Ke depan pemerintah kota berencana melibatkan UMKM dalam setiap even, agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono menambahkan, pelaku usaha di Kota Malang mencatat kenaikan omzet signifikan, saat penyelenggaraan even besar dan menilai kegiatan semacam ini perlu dilakukan secara rutin setiap tahun.
Meskipun dampak ekonomi dinilai bergantung pada tema dan durasi even. Misalnya Porprov yang mendorong okupansi hunian lebih lama, serta meningkatkan sektor oleh-oleh dan kuliner.
“Sedangkan even keagamaan dan budaya memberi dampak pada hotel, transportasi dan kawasan wisata,” sebutnya.
Disisi lain, lanjutnya, pelaku UMKM juga didorong memperkuat kemandirian dengan promosi dan produk, agar tetap dinotice wisatawan meski tanpa fasilitas penuh dari pemerintah pusat.
Sementara itu Tourismologist Universitas Brawijaya, Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE., menyampaikan, penyelenggaraan even besar dinilai dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah dan mendorong perputaran ekonomi di Kota Malang.
“Rangkaian even besar terbaru menegaskan posisi Kota Malang sebagai event full city, konsep yang mendorong peserta even, tidak hanya hadir pada kegiatan utama. Tetapi juga menikmati aktivitas pendukung melalui kolaborasi seluruh stakeholder pariwisata,” katanya.
Potensi Kota Malang sebagai kota pendidikan, kota heritage
dan pusat UMKM, lanjutnya, dinilai menjadi modal besar untuk dikonsolidasikan dalam desain event yang merepresentasikan identitas kota. (Nurul Fitriani/Ra Indrata)




