MATANGKAN PERSIAPAN : Dindik Kota Batu saat menggelar sosialisasi TKA tingka SD, guna mematangan persiapan sebelum digelarnya TKA. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Pemkot Batu mulai mematangkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar (SD). Melalui Dinas Pendidikan (Dindik), sosialisasi TKA digelar dengan melibatkan seluruh kepala SD negeri maupun swasta se-Kota Batu.
Sosialisasi berlangsung di Hotel Zam-zam, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, sekaligus memastikan kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi kebijakan evaluasi pembelajaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, bahwa pihaknya secara khusus mengumpulkan para kepala sekolah untuk membahas persiapan teknis hingga substansi TKA. Menurutnya, TKA bukan sekadar ujian, melainkan instrumen evaluasi mutu pembelajaran.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan TKA berjalan lancar. TKA menjadi salah satu parameter yang diberikan Kemendikdasmen kepada daerah, baik untuk jenjang SD maupun SMP, guna melihat sejauh mana proses belajar mengajar berjalan sesuai kurikulum,” jelas Alfi.
Ia menegaskan, hasil TKA nantinya akan menjadi cerminan keberhasilan atau kekurangan proses pembelajaran yang selama ini berlangsung di sekolah. Karena itu, kesiapan sekolah dan peserta didik menjadi perhatian utama.
“TKA ini menunjukkan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran. Maka, persiapannya tidak bisa setengah-setengah,” ujarnya.

Kepala Dindik Kota Batu, Alfi Nurhidayat. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Lebih jauh, Alfi menyebut pelaksanaan sosialisasi TKA juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Batu untuk menjadikan daerahnya sebagai salah satu kawasan unggulan di sektor pendidikan. Targetnya, pelaksanaan TKA berjalan lancar dan mampu menghasilkan capaian prestasi yang tinggi.
“Kami ingin Kota Batu dikenal sebagai daerah dengan kualitas pendidikan yang baik. Indikatornya salah satunya melalui TKA yang berjalan optimal dan hasilnya membanggakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dindik juga menekankan kepada para kepala sekolah agar memastikan kesiapan peserta didik, terutama dari sisi penguasaan materi. Alfi menilai, hasil yang baik hanya bisa diraih jika proses pembelajaran berjalan maksimal. “Ketika anak didik menguasai materi dengan baik, maka hasil TKA juga akan optimal,” imbuhnya.
Alfi optimistis, potensi pendidikan di Kota Batu tidak kalah dengan daerah lain di Malang Raya maupun Jawa Timur. Ia menilai banyak sekolah unggulan dan siswa berprestasi yang bisa menjadi pembanding dan motivasi.
“Kota Batu pasti bisa. Dengan pendidik yang tepat, kami yakin akan lahir sekolah-sekolah unggul dan murid-murid berprestasi,” katanya.
Antusiasme peserta sosialisasi juga menjadi catatan tersendiri. Menurut Alfi, para kepala sekolah dan guru tampak aktif mengikuti materi yang disampaikan narasumber dari tingkat provinsi hingga lembaga pendidikan unggulan.
“Mereka mengaku senang karena kami menghadirkan narasumber yang kompeten. Harapannya, ilmu yang didapat bisa ditularkan ke seluruh sekolah di Kota Batu melalui para kepala sekolah,” jelasnya.
TKA jenjang SD sederajat di Kota Batu rencananya akan diikuti sekitar 200 sekolah. Jika tidak ada perubahan, pelaksanaannya dijadwalkan pada 20 April 2026 dan dilakukan secara daring.
Seiring itu, persiapan sarana dan prasarana terus dimantapkan. Mengingat TKA berbasis online, sekolah dituntut menyiapkan perangkat laptop serta jaringan internet yang memadai.
“Di era digital, TKA menjadi gebrakan baru dari Kemendikdasmen. Ada digitalisasi pendidikan agar SDM kita melek teknologi. Ke depan juga akan diterapkan e-ijazah,” terang Alfi.
Ia memastikan, infrastruktur pendukung seperti instalasi jaringan internet tidak akan menjadi kendala berarti. Pemkot Batu berkomitmen terus berbenah dan menyiapkan segala kebutuhan untuk menyukseskan agenda tersebut.
“Kami akan mempersiapkan apa pun yang dibutuhkan agar pelaksanaan TKA berjalan lancar,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




