MALANG POST – Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Dr. H. Ahmad Hakim Jayli, M.Si., ketika menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Jumat (6/2/2026), menegaskan kembali posisi NU. Utamanya dalam menyambut satu abad organisasi dengan anggota muslim terbanyak di Indonesia ini.
Nahdlatul Ulama atau NU adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Bukan organisasi politik atau organisasi profesi.
“Di luar sana untuk orang-orang yang tidak mengenal NU, bisa jadi beranggapan oportunistik. Karena selalu bersama negara. Tapi NU memang memiliki peranan, untuk pembangunan kebangsaan,” katanya.
Hakim menambahkan, NU memiliki seperangkat ideologi yang kuat. Ketika ada ideologi yang kuat itu, maka tidak akan mudah NU terjebak dalam pragmatisme.
Bahkan NU terus bergerak ke depan, untuk pembangunan bangsa dan negara.
Sementara itu Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, yang juga mantan Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si.,, menjelaskan, NU memiliki komitmen yang kuat, dalam pembangunan negara. Baik dari sisi agama, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain lain.
Prof Masykuri menjelaskan juga, di Indonesia sekitar 57,9 persen orang Islam sebagai NU. Belum lagi yang ada di luar negeri.
Sehingga banyak SDM potensial yang dilahirkan dari NU. Bahkan tokoh-tokoh besar yang ada dibalik NU, sebagai cerminan kalau SDM NU berkualitas.
“Dalam perjalanannya, NU penuh dengan dinamika. Tapi tujuan kuatnya untuk ikut membangun bangsa dan negara, menjadi alasan NU sampai saat ini ada,” tegasnya. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




