Audensi setelah tinjauan gubenur jawa timur Khofifah Indar Parawansa, kota malang siap menjadi tuan rumah peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026 mendatang. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) akhir pekan ini dipastikan akan berlangsung di Stadion Gajayana dengan skala yang luar biasa. Diperkirakan sekitar 100.000 jemaah dari berbagai penjuru Jawa Timur akan memadati stadion tersebut, dengan ratusan bus pengangkut rombongan siap beroperasi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan acara ini adalah pengaturan arus lalu lintas. Menurutnya, 80 persen sukses festival akbar ini bergantung pada bagaimana arus keluar-masuk jemaah dikelola secara efektif.
“Sekitar 100.000 jemaah, kemungkinan bisa bertambah, dan kita harus siap mengamati pergerakan mereka. Suksesnya acara ini 80 persen ditentukan oleh pengaturan lalu lintas,” tegas Wahyu pada Rabu, 4 Februari 2026.
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat kementerian, pusat dan daerah diperkirakan menambah gelanggang acara. Untuk itu, Forum Lalu Lintas Kota Malang telah menyiapkan skema khusus menyambut kedatangan RI 1.
“Kita antisipasi perubahan kebutuhan jika ada kunjungan Presiden. Kalau iya, penanggung jawabnya dari Korem, dan kita siap menyusun langkah-langkah teknisnya,” ujar Wahyu.
Kesiapan tak hanya soal arus kendaraan. Keamanan jemaah, penetapan lokasi maktab, serta fasilitas pendukung seperti dropzone dan area parkir juga menjadi fokus. Panitia telah menyiapkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah keagamaan hingga perguruan tinggi, untuk memastikan aliran jemaah tidak menumpuk di titik-titik tertentu.
“Semua sudah dipersiapkan. Kami sudah memerintahkan perangkat daerah untuk menyambut jemaah yang hadir di Kota Malang,” katanya optimis.
Wahyu menambahkan bahwa zonasi pembagian rombongan dari berbagai daerah akan diberlakukan untuk mengurangi dampak kemacetan sepanjang acara. Ia menutup dengan harapan bahwa langkah-langkah ini akan mengantarkan peringatan milik NU ini berjalan sukses tanpa hambatan berarti.
Di satu sisi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan forum lalu lintas dan Polda Jawa Timur.
Dari hasil rakor tersebut, maka untuk menjaga kelancaran dan keamanan kegaiatan Harlah NU akan diterjunkan ribuan personel gabungan.
“Ada sekitar 4.000 petugas gabungan yang akan mengawal kelancaran jalannya Mujahadah Kubro Satu Abad NU. Petugas gabungan ini terdiri dari berbagai unsur baik relawan, Banser, Ansor, TNI, Polisi, Satpol PP, Dishub dan petugas medis,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Dirinya menjelaskan, bahwa petugas gabungan akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah peserta Mujahadah Kubro. Termasuk memberikan arahan terkait titik transit, kantong parkir hingga titik drop zone.
“Jadi, mereka akan membersamai jemaah. Memberikan pelayanan yang maksimal,” jelasnya.
Kombes Putu Kholis mengungkapkan, bahwa jumlah peserta yang akan hadir diprediksi mencapai 80 hingga 100 ribu jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sehingga, potensi kepadatan khususnya di sekitar Stadion Gajayana menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari ruas jalan di sekitar lokasi.
“Kemungkinan, akan ada kepadatan terjadi di sekitar lokasi kegiatan. Kami berpesan saat kegiatan berlangsung dan apabila tidak ada situasi yang penting atau darurat, dapat menghindari akses jalan di seputaran Stadion Gajayana,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putu Kholis juga berharap kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana dapat berlangsung dengan lancar dan aman.
“Harapan besar kami, tentunya kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” terangnya (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




