PENGHORMATAN: Banner raksasa dibentangkan Aremania untuk menghormati legenda Arema, Kuncoro, yang berpulang pada 18 Desember 2025 lalu. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Laga di pekan ke-19 Super League, antara Arema FC vs Persijap Jepara, adalah kemenangan perdana Singo Edan pascameninggalnya asisten pelatih, Kuncoro. Yang berpulang pada 18 Desember 2025 lalu.
Tak heran jika penggawa Singo Edan, mempersembahkan kemenangan itu untuk mendiang asisten pelatih yang sejak 2011 sudah mengabdikan diri bersama tim. Terlebih-lebih skor 1-0 di Stadion Kanjuruhan pada Senin (2/2/2026) sore itu, adalah kemenangan kandang.
Sebetulnya, Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- sempat unggul terlebih dahulu. Bahkan saat laga baru berjalan enam menit. Tapi gol Borja Herrera itu dianulir wasit karena offside.
Keadaan menjadi berbalik setelah di menit ke-36, Arema FC unggul lewat gol tendangan keras Rio Fahmi, yang dibelokkan oleh Yansamu Yama Pranata. Bertahan hingga akhir laga dan menjadi kemenangan yang sangat penting. Karena mampu mengembalikan posisi Arema ke peringkat ke-11.
Sebenarnya antara Arema FC dan Dewa United memiliki poin yang sama. 24 poin. Hanya saja, Dewa United unggul dari sisi head to head. Karena dua kali pertemuan kedua tim, Dewa United selalu unggul atas Arema FC. Hingga berhak di posisi ke-10.
Sebelum kick off dimulai, seluruh yang hadir di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, mengheningkan cipta untuk mengenang seluruh jasa Asisten Pelatih Arema.
Selain membawa jersey bernomor punggung 2 dengan nama Kuncoro, Aremania pun membentangkan banner raksasa dengan gambar wajah almarhum, dalam nuasa hitam putih.
“Pertama-tama saya ingin mengucap syukur kepada Tuhan atas kemenangan ini.”
“Kemenangan ini kami persembahkan untuk seorang rekan setim. Kami sangat merasakan kehilangan sosok tersebut. Kemenangan ini untuk Coach Kuncoro,” kata Marcos dalam sesi post match press conference, Senin (2/2/2026) petang.
Pelatih asal Brasil itu mengakui, kemenangan tipis dari Persijap tidaklah mudah. Namun, kerja keras penggawa Arema membuat mereka layak mendapatkan tiga poin.
Apalagi dalam laga tersebut, Arema kembali mencatatkan clean sheet keduanya. Yang menarik, clean sheet pertama juga didapatkan saat menahan imbang Persijap tanpa gol, di putaran pertama lalu.
Kemenangan itu, adalah yang keenam bagi Arema sepanjang 19 laga di Super League. Yang bakal menjadi titik kebangkitan Arema. Setelah di laga perdana putaran kedua, Arema justru kalah 0-2 dari Dewa United.
“Dua pekan terakhir di kompetisi ini tidak mudah. Namun, tim tetap sabar. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Tapi kerja keras kami membuahkan tiga poin,” tandas pelatih 48 tahun ini.
Dalam laga yang disaksikan 1.068 penonton itu, tim tamu memang tidak beruntung. Dua gol yang berhasil diciptakan, selalu dianulir wasit karena offside.
Pertama gol dari hasil umpan terobosan yang dilesakkan Borja Herrera Gonzales di menit ke-6. Namun setelah pengecekan VAR, gol dianulir karena offside.
Gol kedua yang juga dihasilkan Borja Gonzales, juga dianulir wasit Aidil Azmi. Lagi-lagi juga karena offside, setelah dilakukan pengecekan lewat VAR.
Hanya saja, ketika itu sempat terjadi sedikit ketegangan, karena Wasit Aidil sempat menunjuk titik tengah lapangan, tanpa gol disahkan. Tapi tidak lama kemudian, keputusan itu dianulis setelah mendapat call dari ruang VAR.
Sontak pemain dan offisial Persijap langsung melakukan protes. Apalagi mereka sudah melakukan selebrasi atas gol yang dicetak pemain bernomor punggung 88 tersebut.
“Kami tidak mengerti dengan keputusan wasit. Banyak keputusannya yang sangat merugikan Persijap. Diantaranya adalah dua gol kami yang dianulir. Padahal dua gol itu tidak offside,” kata pelatih Persijap, Divaldo da Silva, seusai pertandingan.
Mantan pelatih PSBS Biak itu mengakui, penampilan kedua tim sama-sama baik. Bahkan hasil yang realistis seharusnya imbang 1-1. Sehingga Persijap bisa membawa pulang poin ke Jepara.
Tetapi keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat dan Persijap harus merelakan kembali gagal meraih poin sempurna saat bertemu Persijap.
“Mungkin kami harus belajar lebih keras lagi. Pertandingan masih cukup panjang. Kami tetap optimis bakal bisa keluar dari zona degradasi,” tandasnya. (Ra Indrata)




