GELANDANG: Kemampuan Pablo Oliveira di lini tengah Arema FC, sangat dinantikan untuk bisa menciptakan kemenangan perdana di putaran kedua Super League. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pembukaan putaran kedua Super League musim 2025/2026, bakal dilakoni Arema FC di Banten International Stadium. Saat dijamu Dewa United FC, di pekan ke-18, Senin (26/1/2026). Kick off dijadwalkan mulai 19.00 WIB.
Ini adalah pertandingan pertama Arema dengan formasi terbaru. Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, membawa serta tiga pemain asing terbarunya. Diantara 24 pemain yang diboyong ke Banten.
Gabriel Silva (Brasil), punya peluang untuk memulai debutnya di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.
Bagi Gustavo Franca, juga asal Brasil, akan menjadi ajang debut bersama tim barunya. Setelah di putaran pertama, pemain yang di Arema memakai nomor punggung 77 itu, memperkuat Persija Jakarta.
Sementara bagi Pablo Oliveira, akan menjadi momen come back bersama Arema. Gelandang asal Brasil itu, sudah berada di skuad Singo Edan sejak musim 2024/2025. Tetapi di akhir putaran kedua musim tersebut, Pablo Oliveira harus absen lantaran cedera. Dan baru kembali didaftarkan pada putaran kedua musim 2025/2026 ini.
Hadirnya tiga penggawa gres tersebut, diprediksi menjadikan formasi baru yang dipersiapkan Marcos Santos. Utamanya di sektor depan. Yang sepanjang putaran pertama, masih dianggap lini yang butuh perbaikan.
Kali ini, pelatih 48 tahun berlisensi Pro Conmebol, sepertinya akan memasang tridente. Dalberto Luan Belo, ditopang Gustavo Franca dan Gabriel Silva.
Sepanjang putaran pertama, Arema berhasil mencetak 23 gol. Atau rata-rata 1,3 gol setiap laga. Jumlah gol terbanyak dibuat Dalberto dengan 10 gol. Sisanya dibagi Valdeci Moreira (4 gol), Iksan Lestaluhu, Arkhan Fikri dan Ian Lucas Poleio masing-masing dua gol. Ditambah satu gol Matheus Blade.
Tetapi jumlah kebobolan juga sama-sama 23 gol. Jumlah kemasukan terbesar pada tim yang berada di papan atas dan tengah. Menjadi pengingat, lini pertahanan Singo Edan perlu pembenahan.
Sayangnya dalam kondisi tersebut, skuad yang berdiri 1987 ini harus kehilangan defender andalan. Luiz Gustavo, defender asal Brasil, harus menepi hingga akhir kompetisi karena cedera ACL. Bahkan pemain yang selalu tampil penuh sepanjang 17 laga itu, sudah berada di Brasil untuk menjalani proses penyembuhan.
Ditambah dengan diputusnya kontrak Yann Motta Pinto, setelah penampilan mantan defender Persija itu, dinilai jauh dari ekspektasi.
Arema pun hanya punya satu pemain asing, yang benar-benar berposisi asli sebagai central defender. Odivan Koerich. Karena di transfer window putaran kedua, tak satupun ada tambahan pemain di sektor benteng tim.
Kondisi tersebut justru menjadi tantangan bagi Marcos Santos, untuk bisa meracik formula baru di lini belakang. Salah satunya dengan mengubah posisi pemain. Julian Guevara atau bahkan Matheus Blade, bisa ditempatkan sebagai tandem bagi Odivan Koerich, di sektor bek tengah dalam formasi 4-3-3.
Karena di posisi bek sayap, kehadiran kembali kapten tim, Johan Ahmat Alfarizi, bisa menjadi jaminan kekuatan. Plus Bayu Setiawan, yang kembali menunjukkan kehandalannya menghadang pemain lawan di bek sayap kanan.
Marcos Santos juga mengakui, di awal putaran kedua ini Arema FC sudah harus menghadapi tim besar, yang memiliki permainan sangat bagus.
Sementara Arema yang datang sebagai tim tamu, memang memiliki persiapan yang bagus. Hanya saja, saat ini kondisi psikologis pemain masih terganggu dengan berpulangnya asisten pelatih Kuncoro.
“Tentu saja, kami mengalami kekurangan yang signifikan, yaitu kematian Kuncoro. Ini mempengaruhi tim, suporter dan seluruh pendukung kami di Malang.”
“Tetapi saat ini pula, kami memiliki kehormatan untuk memenuhi keinginan Coach Kuncoro, untuk bisa terus berjuang bersama Arema,” kata Marcos Santos, dalam prematch press conference, Minggu (25/1/2026) sore.
Dewa United di mata pelatih asal Brasil ini, adalah sebuah tim yang terlalu baik di latihan, dengan di bawah komando pelatih berkualitas, serta didukung oleh pemain-pemain yang sangat berkualitas.
“Dewa United memiliki pelatih yang sudah lebih dari setahun bersama-sama. Sebuah tim yang sangat kuat secara individu dan kolektif. Saya melihat Dewa sebagai sebuah tim yang besar,” tegasnya.
Karena faktor itulah, Marcos sudah menyiapkan pelatih dari sisi mental dan taktis permainan. Agar Arema FC bisa membuat permainan yang bagus. Yang sudah dipersiapkan dalam satu minggu terakhir.
Apalagi, sebutnya, Dewa United adalah tim yang memiliki penguasaan bola cukup bagus. Tim yang memiliki organisasi permainan dan serangan yang sangat bagus. Meski Arema tetap akan berusaha maksimal untuk bisa memenangkan pertandingan.
Sebagai persiapan menghadapi putaran kedua, agar Arema bisa memenuhi target berada di papan atas, Marcos menegaskan alasannya memilih pemain-pemain baru. Termasuk mencoret pemain yang dianggap kurang memberikan kontribusi.
“Seperti kami menemukan Gustavo Franca yang berada di Persija. Kami menemukan Gabriel Silva, pemain dari Rio de Janeiro yang pernah bermain di Flamengo, di Bolivia, dan di Malaysia.”
“Mereka adalah pemain berkualitas, agar tim ini bisa menjadi lebih baik untuk membuat permainan yang bagus. Karena kami harus meningkatkan kualitas dan berjuang untuk mencapai titik terakhir,” tegasnya.
Hanya saja, kali ini Arema sudah harus bertemu tim yang mengalahkannya di Stadion Kanjuruhan, di pekan ke-5 Super League pada 13 September 2025 lalu. Terlebih-lebih Dewa United saat ini bertindak sebagai tuan rumah.
Data transfermarkt, sejak Dewa United promosi ke Liga 1 pada musim 2022/2023 lalu, kedua tim sudah bertemu tujuh kali. Arema menang dua kali, imbang dua kali dan tiga kali kalah.
Kemenangan terakhir Singo Edan atas Dewa United, terjadi pada Liga 1 musim 2023/2024. Yakni di pekan ke-18 pada 2 November 2023. Kala itu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Arema unggul 2-1. Dua gol Arema dicetak Dedik Setiawan dan Gustavo Almeida.
Tetapi hingga putaran pertama musim ini berakhir, posisi Dewa United di klasemen sementara, hampir seimbang dengan Arema. Kedua tim hanya berbeda satu angka dari sisi perolehan poin dan posisi.
Arema dengan 21 poin dari hasil lima kali menang, enam kali seri dan enam kali kalah, berada di peringkat ke-10.
Tuan rumah Dewa United, ada di posisi ke-11. Mengumpulkan 20 poin dari hasil enam kali menang, dua kali imbang dan sembilan kali kalah. (Ra Indrata)




