LAWAN: Gustavo Franca saat berebut bola dengan Anwar Rifa'i di Stadion Kanjuruhan. Di pekan ke-12 Super League itu, Franca masih memperkuat Persija. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Skuadra Singo Edan bisa sedikit bernafas lega. Salah satu pemain incarannya, secara resmi berkostum Arema FC. Posisinya juga sesuai kebutuhan tim. Pemain depan.
Di datangkan dari Persija Jakarta dengan status bebas transfer, Gustavo Franca Amadio, diharapkan mampu mengisi salah satu titik lemah Arema FC. Yakni di posisi tengah hingga depan.
Pemain kelahiran Sao Paulo, Brasil, itu posisi aslinya sebagai gelandang serang. Tetapi Franca juga bisa menempati penyerang sayap kanan maupun kiri.
“Dari hasil evaluasi di sepanjang putaran pertama, tim ini lemah mulai sektor tengah ke depan.”
“Indikasinya, kita selalu bisa menghasilkan peluang. Tetapi banyak yang tidak bisa dikonversi menjadi gol. Karena itulah, kita cari pemain yang bisa berada di posisi itu (depan),” kata Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC, Selasa (20/1/2026).
Dari hasil evaluasi dan kebutuhan tim itulah, jelas Inal -panggilan akrabnya- manajemen memang sudah merencanakan untuk mengambil pemain yang bertipikal seperti Gustavo Franca.
“Sejak awal kebutuhan kita memang di posisi depan. Bisa depan tengah, sayap atau striker. Jadi salah satu yang masuk kriteria itu adalah Franca,” sebut Inal.
Secara kebetulan juga, pemain berpostur 176 cm ini memang bakal dilepas Persija. Menyusul perubahan formasi tim, yang dianggap belum maksimal sepanjang putaran pertama Super League musim 2025/2026 ini.
Datangnya pemain-pemain baru, membuat Gustavo Franca harus rela melepas posisinya untuk digantikan pendatang baru.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca menyebut, antara Persija dan Gustavo Franca memang sepakat untuk mengakhiri kerjasama lebih cepat dari kontrak awal.
“Keputusan ini diambil dengan saling menghormati dan demi kebaikan bersama. Kami berharap Franca semakin bersinar di klub barunya,” ujar Prapanca, seperti dikutip dari laman resmi Persija.
Karena itulah, opsi yang diambil adalah penghentian kontrak. Franca pun berstatus bebas untuk menentukan masa depannya. Alias berstatus bebas klub. Bukan dengan status peminjaman ketika Franca memutuskan gabung dengan Arema FC.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gustavo Franca atas kontribusi, sikap profesional, dan komitmennya selama membela Persija.”
“Setiap pemain yang datang ke Persija selalu membawa harapan dan Franca telah berusaha menjawabnya dengan kerja keras,” tegasnya.
Selama membela Macan Kemayoran, Franca tampil dalam 13 pertandingan dari total 17 laga yang dijalani. Mencatatkan 567 menit bermain di semua ajang bersama Macan Kemayoran.
Hanya saja, sepanjang kesempatan turun bersama Persija, Franca hanya mencetak satu gol dan satu asis. Bisa jadi karena rekor itulah, Persija merasa kurang puas dengan penampilan pemain yang punya nilai pasar Rp4,7 miliar tersebut.
Sementara itu, setelah resmi diperkenalkan Selasa (20/1/2026), pemain yang baru mendapatkan satu kartu kuning tersebut, pagi harinya langsung mengikuti latihan di bawah arahan pelatih Marcos Santos.
Latihan di lapangan Dreams Football Pitch (DFP), Pakis, Kabupaten Malang, sekaligus digunakan pemain di bawah bendera Unzeuta Sports Agency, untuk saling berkenalan dengan pemain Arema FC.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, presiden dan seluruh tim pelatih.”
“Saya sangat senang berada di sini. Saya sudah mengetahui sedikit tentang kota ini.”
“Saya sudah bermain pernah bermain di Stadion Kanjuruhan, jadi saya tahu bahwa penonton di sini sangat fanatik.”
“Saya berada di sini untuk membantu tim agar lebih baik lagi di putaran kedua,” kata Franca.
Ketika Arema FC dikalahkan Persija, 1-2, di pekan ke-12 Super League di Stadion Kanjuruhan, pada 8 November 2025 lalu, Gustavo Franca hanya bermain di babak pertama. Posisinya digantikan Witan Sulaiman mulai awal babak kedua. (Ra Indrata)




