MALANG POST – Daya tarik wisata Kota Batu sepanjang 2025 belum sepenuhnya mampu menahan laju penurunan kunjungan wisatawan. Data final Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, total kunjungan wisatawan selama 2025 mencapai 9,7 juta orang.
Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya yang tembus 11 juta kunjungan. Dengan capaian tersebut, Kota Batu tercatat kehilangan sekitar 1,3 juta wisatawan dalam setahun.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto memaparkan, bahwa dari total 9.794.603 wisatawan yang datang sepanjang 2025, sebanyak 9.755.241 merupakan wisatawan nusantara, sementara 38.362 lainnya wisatawan mancanegara.
“Secara umum memang terjadi tren penurunan dibanding 2024,” ujar Onny, Selasa (20/1/2026).
Melihat data tersebut, dari sisi komposisi pengunjung, wisatawan nusantara masih mendominasi secara mutlak. Sementara wisatawan mancanegara jumlahnya masih relatif kecil, meski tetap menunjukkan pasar tersendiri.
“Wisatawan asing mayoritas berasal dari Malaysia, Singapura dan China,” tambahnya.
Jika dibandingkan tahun 2024, penurunannya cukup terasa. Pada 2024 lalu, kunjungan wisata Kota Batu mencapai 11.005.189 orang, melampaui target 10,5 juta. Rinciannya, 2.475.544 kunjungan ke akomodasi, 8.288.440 ke objek daya tarik wisata (ODTW), serta 241.205 kunjungan event.
Namun kondisi tersebut belum terulang pada 2025. Secara bulanan, puncak kunjungan wisata terjadi pada Desember 2025. Pada bulan penutup tahun itu, Kota Batu dikunjungi 1.807.770 wisatawan, terdiri dari 1.796.602 wisatawan nusantara dan 11.168 wisatawan mancanegara. Momentum libur akhir tahun menjadi penopang utama lonjakan tersebut.
Sebaliknya, kunjungan terendah terjadi pada Maret 2025, dengan hanya 234.014 wisatawan. Dari jumlah itu, 233.771 merupakan wisatawan nusantara, sedangkan 243 orang wisatawan mancanegara.
“Di bulan-bulan lain, kunjungan relatif stagnan di kisaran 600 ribu hingga 800 ribu wisatawan per bulan,” jelas Onny.

PERHITUNGAN FINAL: Disparta Kota Batu menuntaskan proses perhitungan jumlah wisatawan, hasilnya sebnayk 9,7 juta orang berkunjung ke Kota Batu sepanjang 2025. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Jika dilihat berdasarkan pembagian triwulan, kunjungan wisatawan paling tinggi terjadi pada triwulan IV, yakni 3.336.162 wisatawan. Sementara itu, jumlah terendah tercatat pada triwulan III dengan 1.826.689 wisatawan.
Onny mengakui, penurunan tersebut tidak lepas dari kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, daya beli masyarakat yang masih lemah berpengaruh langsung pada keputusan berwisata.
“Daya beli belum kembali kuat. Ini berdampak langsung pada keputusan masyarakat untuk berlibur,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, cuaca yang tidak menentu serta bencana di sejumlah daerah juga turut menekan minat perjalanan wisata. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi, tetapi merembet hingga sektor pendukung, khususnya perhotelan.
“Kalau dulu saat long weekend okupansi hotel bisa penuh, sekarang kondisinya jauh di bawah itu,” ungkap Onny.
Disparta Kota Batu menilai, tantangan ke depan bukan sekadar menggenjot jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di tengah tekanan ekonomi dan faktor eksternal lainnya. Tahun 2026 pun menjadi pekerjaan rumah besar agar Kota Batu kembali ke jalur pertumbuhan kunjungan.
Sebelumnya, Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S Ariyanto menyebut penurunan paling terasa terjadi pada Agustus 2025, dengan penurunan kunjungan mencapai 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, kondisi mulai membaik menjelang akhir tahun.
“Kalau di kami, total kunjungan sepanjang 2025 sekitar 4,9 juta wisatawan. Padahal pada 2024 bisa mencapai lebih dari 5,3 juta wisatawan,” bebernya.
Secara persentase, penurunan kunjungan di Jatimpark Group mencapai sekitar 7,5 persen dibandingkan tahun 2024. Meski tidak tergolong drastis, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius, mengingat Kota Batu selama ini identik dengan sektor pariwisata.
“Ini tidak bisa dianggap sepele karena Batu adalah kota wisata,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




