MALANG POST – Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak semata ditentukan oleh bangunan fisik yang berdiri megah. Lebih dari itu, kunci utama terletak pada profesionalisme pengelolaan agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Nurochman saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fisik Gerai KDMP Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Kegiatan itu menandai dimulainya pembangunan salah satu dari belasan gerai KDMP yang tengah digarap di Kota Batu.
Menurut Cak Nur sapaan Nurochman, gerai KDMP dibangun di atas aset desa dengan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, pengelola koperasi diminta menjalankan roda organisasi secara serius, transparan dan bertanggung jawab, bukan sekadar formalitas program.
“KDMP ini harus dikelola secara profesional agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa. Jangan sampai berhenti hanya pada pembangunan fisik, tapi tidak memberi dampak ekonomi,” tegasnya.

TEMBUS 92 PERSEN: Wali Kota Batu Nurochman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan KDMP di Kota Batu, secara keseluruhan persiapannya sudah tembus 92 persen. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia mengingatkan, koperasi desa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Jika dikelola dengan baik, KDMP dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, mulai dari distribusi produk lokal, pemasaran UMKM, hingga penguatan rantai pasok kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Cak Nur mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan KDMP. Anak muda dinilai memiliki keunggulan dalam berinovasi, membangun jejaring usaha, serta memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan koperasi.
“Anak-anak muda ini punya energi, ide dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Koperasi harus membuka ruang bagi mereka agar bisa berkembang dan mengikuti zaman,” ujarnya.
Pemkot Batu, lanjut Cak Nur, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan pengembangan KDMP. Dukungan tersebut tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga penyediaan infrastruktur penunjang seperti perbaikan akses jalan dan penerangan jalan umum (PJU) menuju lokasi gerai KDMP.

Dukungan infrastruktur itu akan diberikan secara merata untuk seluruh KDMP yang dibangun di wilayah Kota Batu, agar aktivitas koperasi dapat berjalan optimal dan mudah diakses masyarakat.
Saat ini, progres penyiapan KDMP di Kota Batu telah mencapai lebih dari 92 persen. Sementara itu, secara regional, progres pembangunan fisik KDMP di Jawa Timur berada di angka sekitar 52 persen.
Di Kota Batu sendiri, terdapat 11 desa yang telah memulai pembangunan fisik gerai KDMP. Desa-desa tersebut meliputi Torongrejo, Dadaprejo, Pandanrejo, Punten, Mojorejo, Bulukerto, Pendem, Gunungsari, Tlekung, Temas dan Sumberejo.
“Dengan percepatan pembangunan dan penekanan pada tata kelola profesional, kami berharap KDMP dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi desa, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




