MALANG POST – Perhatian Pemkot Batu terhadap pelaku usaha mikro terus ditunjukkan secara nyata. Ini diwujudkan Wali Kota Batu, Nurochman saat menyambangi langsung rumah produksi telur asin milik Angga, warga Dusun Srebet Timur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot guna memastikan UMKM lokal tetap produktif, mandiri dan berdaya saing. Usaha telur asin yang dirintis Angga tergolong skala rumahan. Dengan kapasitas produksi sekitar 25 hingga 30 butir setiap tiga hari sekali
Telur asin buatannya dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp3.500 per butir. Meski sederhana, usaha ini dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Nurochman didampingi Ketua RW 07, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Camat Batu, Kepala Desa Pesanggrahan, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dusun Srebet Timur. Rombongan melihat langsung proses produksi hingga hasil akhir telur asin yang telah siap dipasarkan.

PERKUAT UMKM : Wali Kota Batu, Nurochman saat menyambangi produk UMKM berupa produksi telur asin di Desa Pesanggrahan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tak hanya meninjau, Cak Nur juga berdialog langsung dengan Angga. Sejumlah kendala yang dihadapi pelaku usaha mikro, mulai dari keterbatasan pemasaran, perizinan produk, hingga sarana produksi, turut disampaikan. Menanggapi hal itu, Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Batu untuk memberikan pendampingan terpadu lintas perangkat daerah.
“Pelaku UMKM harus mendapatkan pendampingan yang tepat agar usahanya bisa naik kelas. Pemerintah hadir untuk memastikan itu, mulai dari penguatan pemasaran, fasilitasi perizinan, hingga dukungan sarana rumah produksi,” tegasnya, Jumat (16/1/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, Ia juga mencicipi langsung telur asin hasil produksi Angga. Cak Nur menilai kualitas produk cukup baik dan layak dikembangkan, terutama jika didukung dengan pengemasan yang lebih menarik dan jaringan pemasaran yang lebih luas.
“Kami berharap, usaha-usaha mikro seperti ini bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Dengan pendampingan berkelanjutan, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya,” paparnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Batu dalam membangun ekonomi dari bawah, dengan memastikan pelaku UMKM mendapat ruang, perhatian dan dukungan nyata agar mampu berkembang secara berkelanjutan. (Ananto Wibowo)




