MALANG POST – Hingga saat ini, progres revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang, mencapai 90 persen.
Sesuai dengan kontrak, proyek revitasilisasi Alun-alun Merdeka, ditargetkan selesai 20 Januari 2026. Dilanjutkan dengan masa pemeriksaan selama satu pekan.
Penegasan itu disampaikan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, saat menjadi narasumber talkshow di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Jumat (16/1/2026).
Raymond menjelaskan, tim DLH akan melakukan peninjauan dulu sebelum rencana pembukaan Alun-alun Merdeka pada 28 Januari 2026.
“Tapi pembukaan itu masih menunggu hasil rapat bersama OPD terkait dan pimpinan daerah.”
“Salah satu perubahan utama ada di area tengah alun-alun, yang sebelumnya berupa kolam air mancur, kini diubah menjadi dry fountain berbentuk plaza, agar bisa dimanfaatkan anak-anak untuk bermain,” tambahnya.
Selain itu, masih kata Raymond, revitalisasi juga menyasar fasilitas pendukung, seperti penambahan playground yang sebelumnya sudah tidak layak, perbaikan area skateboard, bangku taman, jalur pedestrian yang ramah disabilitas, hingga toilet yang kini dilengkapi ruang laktasi.
Sejumlah fasilitas, tambahnya, diperbaiki tanpa menghilangkan fungsi awal. Seperti area skateboard yang hanya diperbaiki permukaannya, agar lebih aman dari lubang-lubang yang membahayakan.
“Perbaikan pun dilakukan pada lampu penerangan yang kini dibuat lebih terang dengan tiang yang dipendekkan. Saat malam hari, suasana alun-alun diharapkan terasa lebih eksklusif meski masih menggunakan lampu lama yang sudah diperbaiki.”
“Lantai plaza di area tengah pun telah selesai dan sempat diuji coba, tinggal menunggu tahap finalisasi,” sebutnya.
Selain itu, sebut Raymond, pohon beringin besar yang menjadi bagian dari alun-alun tetap dipertahankan dengan hanya dilakukan perempesan.
“Bangku taman dan payung besi, juga tidak diganti karena kondisinya masih kuat. Hanya dilakukan pengecatan ulang.”
“Kami juga menaruh perhatian pada penataan PKL agar alun-alun tetap steril dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi menilai, progres revitalisasi Alun-alun Merdeka sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang disepakati.
Sejak awal, kara Arief, Komisi C bersama OPD terkait telah melakukan peninjauan langsung secara rutin, untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai perencanaan.
Meski progres dinilai cukup baik, Arief menekankan pentingnya antisipasi menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Biasanya ada dispensasi bagi PKL untuk masuk. Namun untuk kali ini, diharapkan PKL bisa dicarikan lokasi lain agar tidak merusak fasilitas yang baru saja diperbaiki,” sebutnya.
Dia juga mendorong DLH memperkuat kerja sama dengan Satpol PP, dalam pengawasan PKL.
Sedangkan untuk fasilitas, Arief menyoroti fasilitas seperti penerangan taman, yang diminta untuk dibuat terang, agar tidak kembali menjadi lokasi aktivitas negatif yang menyimpang.
Sementara itu, Pengamat Tata Kota, Ir Budi Fathony, MT., melihat Alun-alun sebagai bagian penting dari identitas kota, sekaligus ruang bertemunya masyarakat.
“Alun-alun Merdeka Kota Malang sarat dengan nilai heritage, yang harus tetap dijaga dalam proses revitalisasi,” ujarnya.
Dia menilai, penataan kota seharusnya tidak mengubah karakter dasar alun-alun. Keberadaan kios dan elemen lama, perlu dipertahankan agar nuansa heritage tetap terasa. Pada konsep air mancur baru, Budi berharap bisa merepresentasikan bentuk beringin sebagai ikon alun-alun. (Faricha Umami/Ra Indrata)




