MALANG POST – Pemkot Batu terus mematangkan pengembangan sport tourism. Salah satunya melalui revitalisasi Lapangan Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Wali Kota Batu Nurochman turun langsung meninjau kesiapan fasilitas olahraga tersebut.
Lapangan desa dengan luas sekitar 4.000 meter persegi itu kini telah rampung dibangun dan memasuki masa pemeliharaan. Cak Nur sapaan Nurochman memastikan, lapangan tersebut ditargetkan siap difungsikan pada pertengahan tahun ini atau sekitar Juni 2026, setelah seluruh tahapan teknis dan perawatan selesai.
“Pembangunan lapangan desa ini merupakan bagian dari komitmen kami mengoptimalkan sarana olahraga. Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata juga harus punya venue olahraga yang representatif,” kata Cak Nur.
Menurutnya, revitalisasi Lapangan Sumberejo bukan sekadar memperbaiki fasilitas fisik. Lebih dari itu, proyek ini menjadi strategi jangka panjang Pemkot Batu dalam mengembangkan sport tourism sekaligus menyiapkan ruang tumbuh bagi atlet-atlet lokal.
“Kami ingin membangun wajah Kota Batu sebagai kota tujuan sport tourism yang berkelas, berbasis alam, budaya dan keramahan warganya,” imbuhnya.
Cak Nur juga menjelaskan, pembangunan lapangan ini sejalan dengan visi-misi mBatu Sae, khususnya program optimalisasi lapangan desa agar lebih layak, aman dan nyaman digunakan masyarakat. Lapangan tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga warga, terutama anak-anak dan generasi muda.

CEK KONDISI: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan pengecekan progres revitalisasi lapangan Desa Sumberejo. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menariknya, lapangan Desa Sumberejo juga memiliki potensi lebih besar. Dengan dimensi yang telah memenuhi standar lapangan pertandingan, fasilitas ini dinilai berpeluang dikembangkan sebagai lokasi training center klub Liga 1 maupun Tim Nasional Indonesia.
“Potensinya sangat terbuka. Tinggal bagaimana pengelolaannya ke depan,” ujarnya.
Karena itu, Cak Nur menekankan pentingnya pengelolaan lapangan secara profesional dan terbuka. Ia mendorong pemerintah desa agar lapangan tidak hanya dimanfaatkan warga setempat, tetapi juga dapat disewakan atau digunakan pihak luar secara terukur. Langkah tersebut dinilai bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan desa.
Namun demikian, Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan berkelanjutan. Pemerintah desa diminta menyiapkan anggaran rutin agar kualitas lapangan tetap terjaga dan tidak cepat rusak.
“Kalau sudah bagus, harus dijaga. Jangan sampai setelah dibangun, perawatannya tidak diperhatikan,” tegasnya.
Diketahui, revitalisasi Lapangan Desa Sumberejo didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2025 yang disalurkan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu.
Dengan rampungnya pembangunan ini, Cak Nur berharap lapangan desa tidak lagi sekadar ruang terbuka, tetapi menjadi pusat kegiatan olahraga, pembinaan atlet, hingga daya tarik baru sport tourism di Kota Batu. (Ananto Wibowo)




