KOMPAK: Bupati Malang, HM Sanusi bersama Ketua DPD HKTI Jatim dan perwakilan pengurus PAC HKTI Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Mungkin baru pertama kalinya, seribu Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dilantik dalam satu tempat secara bersama-sama. Mereka adalah para PAC HKTI di tingkat kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.
Bupati HM Sanusi hadir dalam pelantikan yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (14/1/2026) pagi. Dihadiri langsung Ketua DPD HKTI Jawa Timur, HM Arum Sabil dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang, KH Misno Fadlol Hijja.
Tidak hanya pelantikan, dalam momen tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), antara HKTI dan PT Regenerasi Kehidupan Nusantara selaku produsen pupuk Regen.
“Tempat ini memiliki nilai sakral. Tidak semua organisasi, mendapat kesempatan berkegiatan di sini.”
“Ini merupakan wujud konkret keberpihakan dan dukungan Bupati Sanusi, kepada para pejuang pangan di Kabupaten Malang,” ujar Abah Arum, panggilan akrab Ketua DPD HKTI Jatim.
Karena itulah, pihaknya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Malang, atas dukungan nyata terhadap sektor pertanian. Melalui izin penggunaan Pendopo Agung Kabupaten Malang, yang menjadi simbol penghormatan negara kepada kaum tani.
Abah Arum menegaskan, pelantikan 33 PAC HKTI, bukan sekadar seremoni organisasi. Melainkan momentum strategis dalam membangun fondasi bangsa melalui sektor pertanian.
“Hari ini kita tidak hanya melantik pengurus, tetapi sedang menanam benih peradaban. Akar benih itu adalah petani dan buahnya adalah kedaulatan pangan,” tegasnya.
Kehadiran lebih dari 1.000 pengurus dari tingkat desa dan kecamatan, lanjut Abah Arum, menunjukkan bahwa pertanian di Kabupaten Malang, merupakan kekuatan kolektif yang tumbuh dari akar rumput dan memiliki daya dorong nyata bagi pembangunan daerah.

PENGHIJAUAN: Bupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan bibit tanaman kepada salah satu pengurus PAC HKTI di Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Sementara itu, Abah Sanusi -panggilan akrab Bupati Malang- menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh PAC HKTI Kecamatan se-Kabupaten Malang yang resmi dilantik.
Bupati asli Gondanglegi ini menegaskan, Kabupaten Malang dianugerahi potensi pertanian yang luar biasa. Mulai dari kesuburan tanah, ketersediaan sumber daya air, hingga keragaman komoditas pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.
“Tapi kemajuan sektor pertanian, tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam. Harus didukung oleh pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, inovasi, serta jejaring pasar yang solid.”
“HKTI memiliki peran strategis, sebagai simpul penghubung antara petani dengan dunia industri, lembaga keuangan dan pasar global.”
“Sebagaimana sering disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto, memuliakan petani adalah kunci. Karena tanpa petani tidak ada pangan dan tanpa pangan tidak ada bangsa,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang periode 2004-2014 ini menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang, dalam memperkuat sektor pertanian, melalui berbagai kebijakan dan program.
Di antaranya penerapan teknologi pertanian modern, penguatan bibit dan riset, perluasan akses pembiayaan, pelatihan digital marketing produk pertanian, serta penataan rantai pasok dan sistem logistik.
Dengan dikukuhkannya PAC HKTI Kecamatan se-Kabupaten Malang, alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap, HKTI dapat semakin dekat dengan petani di tingkat kecamatan dan desa, menyerap aspirasi lapangan, serta memperjuangkan kebutuhan riil petani.
“Jangan berhenti pada pelantikan dan rapat-rapat semata. Jadikan HKTI organisasi yang hidup, produktif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” pesannya.
Abah Sanusi yang pernah menjadi Sekretaris KUD Gondanglegi ini juga mengingatkan, tantangan sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks. Mulai dari perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga pupuk dan komoditas, keterbatasan regenerasi petani muda, hingga tekanan global terhadap ketahanan pangan.
“Semua ini menuntut kerja kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha tidak bisa bergerak sendiri dan petani tidak dapat berjuang sendirian,” pungkas Bupati Malang. (*/Prokopim/Ra Indrata)




