MALANG POST – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menangkap peluang strategis program nasional. Yaitu, program pemagangan nasional. Terkait program itu, UIN Malang menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (KemenNaker) RI melalui Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Naker) di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Rombongan UIN Maliki Malang yang dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik Drs. H. Basri, MA, Ph.D., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA, diterima langsung Kepala Barenbang Naker Kemnaker RI Prof. Anwar Sanusi, Ph.D.
Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan itu adalah Program Pemagangan Nasional yang diselenggarakan KemenNaker dengan kuota mencapai 100 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Program ini direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 dengan durasi pemagangan selama enam bulan.
“Program magang nasional ini menjadi peluang strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan kompetensi teknis sesuai bidangnya,” ujar Prof. Anwar Sanusi.
Menariknya, peserta magang akan memperoleh uang saku dari pemerintah dengan nilai setara Upah Minimum, serta sertifikat resmi setelah menyelesaikan program sebagai bukti pengalaman dan tambahan kompetensi teknis.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester enam ke atas atau calon lulusan, dan akan kembali dibuka pada April–Mei 2026 melalui sistem pendaftaran terbuka. Informasi dan pendaftaran akan diumumkan melalui website dan aplikasi Maganghub, sementara proses pendaftaran peserta dilakukan melalui aplikasi SIAPkerja di laman resmi Kemnaker.

Kepala Barenbang Naker KemenNaker, RI Prof. Anwar Sanusi, Ph.D. (tengah) menerima langsung perwakilan UIN Maliki Malang di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan. (Foto: Istimewa)
Tercatat sekitar 6.000 perusahaan dan 5.000 satuan kerja pemerintah terlibat dalam program ini. Proses seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing perusahaan atau satuan kerja yang membuka lowongan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, menilai program ini sebagai kesempatan emas bagi mahasiswa, khususnya yang telah memasuki semester enam ke atas atau calon lulusan.
“Ini peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan langsung dunia kerja sebelum benar-benar lulus. Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga pengalaman, mental kerja, dan kepercayaan diri,” kata Prof. Triyo.
Ia menegaskan bahwa kampus melalui Career Development Center (CDC) siap mendampingi mahasiswa agar mampu memanfaatkan program ini secara optimal, mulai dari informasi, pendaftaran, hingga penguatan kesiapan kerja.
Tak hanya peluang di dalam negeri, Kemnaker juga membuka akses kerja ke luar negeri, terutama pada sektor care economy, keperawatan, dan konstruksi, khususnya di Jepang. Penempatan tenaga kerja tersebut difasilitasi melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan mahasiswa, CDC UIN Maliki Malang juga dapat berkoordinasi dengan Pusat Pasar Kerja KemenNaker dan Balai Vokasi Sidoarjo, termasuk dalam penyelenggaraan job fair dan informasi lowongan kerja.
Sementara Wakil Rektor I UIN Malang, Drs. H. Basri, MA, Ph.D. menyambut positif peluang kerja sama itu. Basri menilai program ini selaras dengan upaya kampus dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan siap bersaing di dunia kerja.
“Kami melihat ini sebagai langkah konkret untuk menjembatani dunia akademik dengan dunia kerja, sekaligus memperkuat kesiapan karier mahasiswa UIN Malang,” kata Basri.(*/Eka Nurcahyo)




