MALANG POST – Kedatangan Gabriel Silva, harus memakan korban. Kuota maksimal 11 pemain asing yang boleh didaftarkan, sudah diisi penuh. Agar bisa didaftarkan, harus ada pemain Arema FC yang dilepas.
Sebelum transfer window putaran kedua yang dimulai 10 Januari 2025, Arema memang masih punya satu slot. Setelah Paulinho Mocellin, memutuskan mundur pada 25 November 2025 lalu.
Tapi kuota pengganti Paulinho, langsung diisi Pablo Oliveira, yang memang masih terikat kontrak dengan Arema, meski belum didaftarkan para regulator Super League.
Akhirnya Arema memilih Yann Motta Pinto, untuk dilepas saat transfer window dibuka. Skemanya bukan dipinjamkan, tetapi murni putus kontrak. Kemana pemain 26 tahun itu berlabuh, diserahkan kepada Yann Motta sendiri.
“Benar. Kami sudah melepas Yann Motta, karena harus ada slot kosong untuk mendaftarkan Gabi (Gabriel Silva).”
“Tapi kemana Yann Motta bermain setelah tidak dengan Arema, kami tidak tahu. Karena dia tidak kami pinjamkan. Melainkan murni penghentian kontrak,” ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Rabu (14/1/2025), seusai menyaksikan latihan Arema di lapangan DFP Pakis.
Alasan dipilihnya mantan pemain Persija untuk dilepas, tambah Inal -sapaan akrab General Manager Arema- murni karena faktor kalah bersaing dengan pemain Arema lain. Terutama di sektor belakang.
“Evaluasi sudah dilakukan tim pelatih sepanjang putaran pertama. Utamanya melihat kontribusinya kepada tim dan melihat kebutuhan tim untuk putaran kedua nanti,” sebutnya.
Setelah resmi diperkenalkan sebagai pemain Arema pada 1 Juli 2025 lalu, pemain yang mengisi posisi bek tengah ini, memang jarang mendapatkan menit bermain.
Dari 17 kali laga, Yann Motta hanya lima kali bermain. Bahkan hanya enam kali pemain berpostur 190 cm itu, berada dalam daftar susunan pemain. Dengan total waktu bermain hanya 352 menit.
Meski minim bermain, Yann Motta sudah mengantongi satu kartu kuning dan satu kartu merah. Hingga mendapat dua kali larangan bermain.
Terakhir Yann Motta masuk daftar susunan pemain, saat Arema menjamu Madura United, di pekan ke-15 di Stadion Kanjuruhan. Ketika itu skor akhir 2-2, tapi Yann Motta tidak sempat diturunkan.
Pemain asal Brasil ini baru benar-benar terakhir turun ke lapangan dengan kostum Arema, saat dijamu Malut United di pekan ke-14. Itu pun hanya turun di babak pertama.
“Tetapi apapun itu, kami tetap menyampaikan terima kasih kepada Yann Motta, atas dedikasinya selama memperkuat Arema.”
“Kami juga berharap, Yann Motta bisa lebih sukses di klub barunya,” tandas Inal.
Sementara untuk Pablo Oliveira, manajemen Arema FC secara resmi sudah mendaftarkan untuk putaran kedua. Meski kemungkinan besar, pemain 30 tahun ini baru bisa diturunkan pada awal Februari.
Pemain yang bergabung dengan Arema sejak Liga 1 musim 2024/2025 itu, sudah turun dalam 27 pertandingan bersama Arema. Mencetak tiga gol dan satu asis. Serta mengantongi tujuh kartu kuning.
Terakhir Pablo Oliveira turun, saat Arema bermain imbang lawan Persebaya, di pekan ke-30 Liga 1 musim 2024/2025. Tepatnya pada 28 April 2025.
Bahkan ketika itu, Pablo Oliveira harus ditarik keluar menit ke-39, lantaran cedera saat berbenturan dengan pemain Persebaya. Hingga akhirnya dokter memvonis cedera cruciate ligamen.
“Sekarang sudah semakin membaik. Tapi mungkin baru akhir bulan ini, bisa benar-benar 100 persen.”
“Saya tetap siap bermain untuk Arema di putaran kedua nanti. Karena saya benar-benar ingin membantu Arema untuk tampil lebih baik lagi,” kata Pablo Oliveira, seusai berlatih bersama pemain Arema lainnya di lapangan DFP. (Ra Indrata)




