UMKM: Kepala KPw BI Malang, Febrina, ketika berinteraksi dengan pedagang eceran dalam sebuah kegiatan. Pertumbuhan SKDU di triwulan III 2025, salah satu penyebabnya karena meningkatnya perdagangan besar dan eceran. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), pada triwulan IV 2025, kinerja kegiatan usaha terindikasi tetap tumbuh positif. Tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 17,36 persen. Meskipun tidak setinggi triwulan III 2025, yang tumbuh sebesar 21,24 persen.
Dalam rilis yang diterima Malang Post, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang mencatat, tumbuhnya kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025, terjadi seiring dengan peningkatan permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru, yang didukung oleh stimulus pemerintah.
“Selain itu, pertumbuhan kinerja kegiatan dunia usaha, juga adanya penyelesaian proyek menjelang tutup buku akhir tahun, serta cuaca yang lebih kondusif, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian,” jelas Kepala KPw BI Malang, Febrina, Rabu (14/1/2026).
Tumbuhnya kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025, tambah Febrina, terutama didorong oleh meningkatnya kinerja sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (SBT 7,08 persen), Perdagangan Besar & Eceran (SBT 5,69 persen) dan Konstruksi (SBT 4,53 persen).
Di sisi yang lain, investasi pada triwulan IV 2025, terpantau tumbuh positif dengan SBT 10,65 persen. Sedikit lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, dengan SBT sebesar 10,62 persen.
“Kondisi tersebut terjadi seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, di tengah meningkatnya permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru dan cuaca yang cukup kondusif pada sektor pertanian,” sebut Febrina.
Selain itu, lanjut alumni UGM Yogyakarta ini, kondisi keuangan pelaku usaha juga tercatat mengalami peningkatan. Tercermin dari Saldo Bersih (SB) sebesar 13,38 persen. Lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, dengan SB sebesar 4,74 persen.
Meningkatnya kondisi keuangan dunia usaha, didorong oleh peningkatan pada kinerja akses kredit, likuiditas dan rentabilitas.
Sementara pada triwulan I 2026 ini, responden memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat dengan SBT sebesar 19,50 persen, lebih tinggi dibandingkan SBT 17,36 persen pada triwulan IV 2025.
Masih kata Febrina, terakselerasinya kegiatan usaha tersebut, seiring meningkatnya kinerja sektor Perdagangan Besar dan Eceran (SBT 11,95 persen) dan Industri Pengolahan (SBT 5,99 persen).
“Peningkatan ini diprakirakan didorong oleh meningkatnya permintaan pada momen HBKN Imlek, Ramadan dan Idul Fitri,” tegas perempuan yang sempat bertugas sebagai Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Provinsi KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan, sebelum dilantik menjadi Kepala KPw BI Malang.
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) itu sendiri, merupakan salah satu survei dengan periode publikasi triwulanan. Bertujuan untuk mendapatkan informasi dini, mengenai indikasi perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil secara triwulanan. (*/Ra Indrata)




