HEAD COACH: Iwan Setiawan, pelatih Persema Malang, kontestan Liga 4 Jawa Timur. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Persema memastikan diri lolos babak 16 Besar Liga 4 Jawa Timur, setelah di babak 32 Grup AA, berada di peringkat kedua klasemen.
Masuk di Grup II Babak 16 Besar, Persema langsung mengganti pelatih. Dari Firman Basuki, ke Iwan Setiawan. Bahkan target besar langsung diberikan kepada pelatih kelahiran Medan ini. Lolos ke babak delapan besar.
Bukan pekerjaan mudah bagi mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini, untuk mewujudkan target yang dibebankan manajemen Bledek Biru. Pelatih berlisensi AFC Pro ini, hanya punya waktu efektif untuk persiapan tiga hari.
“Hari ini saya coba melihat lagi kembali. Kira-kira dari mana saya harus melangkah. Terutama dalam konsep permainan dan kita komparasi dengan kualitas tim-tim yang menjadi pesaing kita.”
“Salah satu program yang sudah berjalan sejak kemarin, kita bikin friendly match. Di dua pertandingan ini, merupakan evaluasi dan menjadi barometer, dari mana saya harus memulai untuk memaksimalkan tim ini,” kata pelatih yang resmi ditunjuk pada Minggu (11/1/2026) kemarin.
Pelatih 67 tahun ini juga terus menggali data, seputar kiprah Persema di Liga 4 Jatim. Sebagai bahan evaluasi dan tidak hanya sekadar melihat penampilan tim yang berdiri pada 1953 ini.
Dari data yang didapat, Iwan melihat Persema cukup solid dalam pertahanan. Tetapi punya masalah di dalam finishing touch.
“PR terbesar kita dalam finishing touch. Artinya pada organisasi penyerangan dan finishing. Cuma memang semuanya itu berpulang pada kualitas pemain yang ada di dalam, untuk melakukan eksekusi.”
“Tugas saya saat ini, adalah bagaimana saat kita menyerang, kita membangun satu attacking tactical yang bisa membuat peluang. Karena pada saat kita sudah punya peluang, akan menjadi sukses kalau kualitas eksekusinya juga sukses.”
“Dengan banyak peluang, pemain akan makin sering punya kesempatan yang lebih besar untuk menciptakan gol,” tegas mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia ini.
Tidak itu saja, mantan pelatih Persija ini juga melihat ada banyak hal positif, yang akan terus dibangun bersama tim. Utamanya menyangkut militanisme. Karena secara individu, kualitas pemain Persema sudah rata-rata. Tinggal dibangun konsep harus menjadi satu tim Persema yang militan.
“Karena biar bagaimanapun, saya meyakinkan dengan kekurangan dari kualitas individu, tapi kalau diikuti dengan mental yang hebat, In Sya Allah kita bisa bersaing,” tandasnya.

DUET: Asisten Manajer Persema, Alie Zainal Abidin, bersama Pelatih Persema, Iwan Setiawan di Sekretariat AFK Kota Malang. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Disinggung terkait pesaing Persema di Grup II Babak 16 Besar Liga 4 Jatim, yakni Pasuruan United, Persepam Pamekasan dan Unesa FC, Iwan Setiawan mengaku peluang semuanya lolos ke babak selanjutnya sama-sama besar.
Alasannya, tim yang berhasil lolos 16 besar, sudah dipastikan memiliki potensi dan peluang yang sama, untuk melangkah lebih ke atas. Artinya, mereka adalah tim-tim terbaik yang ada di Grup II.
“Tapi saya juga tahu, Persema ini salah satu tim yang pernah berjaya di sepak bola Indonesia.”
“Jadi buat saya, satu kebanggaan saya bisa bekerja di sini. In Sya Allah saya akan membawa tim ini kembali berjaya di kompetisi sepak bola Indonesia.
Sayangnya hingga Selasa (13/1/2025) kemarin, manajemen Persema mengaku belum tahu akan bertanding dimana pada babak 16 Besar. Informasi yang diterima saat ini, hanya sebatas tanggal pelaksanaan. Yakni pada 19, 21 dan 23 Januari 2026.
“Tapi kalau penyelenggaran konsekuen dan konsisten, dengan statement yang disampaikan di media. Bahwa salah satu syarat untuk menjadi tuan rumah, adalah pernah menjadi tuan rumah di babak sebelumnya, artinya hanya kita yang bisa (jadi tuan rumah),” tambah Asisten Manager Persema, Alie Zainal Abidin.
Itulah sebabnya, Persema cukup percaya diri, akan kembali menjadi tuan rumah untuk babak 16 Besar. Apalagi kebiasaan Asprov PSSI Jatim, yang menjadi pelaksana Liga 4, selalu membuat keputusan mendadak. Mulai dari penentuan jadwal sampai venue pertandingan.
“Kalau kemudian tidak main di Kota Malang, ya tidak apa-apa. Kita ikuti saja.”
“Cuman kita menjadi semakin tahu, kalau ternyata regulatornya tidak konsisten dan tidak konsekuensi dengan ucapannya sendiri,” tambah Alie.
Termasuk regulasi untuk bisa menambah pemain baru di babak 16 besar, katanya, juga masih ditunggu kontestan Liga 4. Karena secara resmi, regulator belum mengeluarkan regulasi terbaru menyoal penambahan pemain. Meski salah satu tim peserta babak 16 besar, sudah mendeklarasikan adanya pemain baru yang bakal ditampilkan.
“Kita tunggu apa dimungkinkan untuk menambah pemain. Kalau memang dimungkinkan, kita daftarkan, kita register untuk kompetisi selanjutnya di babak 16 besar.”
“Tapi kalau tidak dimungkinkan, ya pemain-pemain yang baru itu, ikut latihan saja. Jadi belum ada ketentuan yang definitif juga,” tegasnya. (Ra Indrata)




