MALANG POST – Universitas Brawijaya (UB) melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., bersama Kepala UPT Pengembangan Talenta Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T, menggelar kegiatan Thinks, Create, Impact; Penggalian Ide Kreatif, Inovatif dan Berdampak Sesuai Skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada Senin (5/1/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis UB dalam mendorong peningkatan kualitas proposal PKM mahasiswa serta memperkuat kesiapan menuju ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti 400 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UB. Dalam sambutannya, Dr. Setiawan Noerdajasakti menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan ini.
Menurutnya, jumlah peserta yang besar merupakan modal penting dalam membangun ekosistem kreativitas dan inovasi mahasiswa berbasis standar PKM.
“Yang sangat kami banggakan adalah mahasiswa. Jumlah peserta yang banyak ini menjadi potensi kita untuk membuat proposal dengan standar PKM,” ujarnya
Lebih lanjut, kegiatan Thinks, Create, Impact juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan UB dalam menghadapi skema pendanaan PKM serta target besar menuju PIMNAS 2026.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., (Foto: Istimewa)
Untuk mendukung hal tersebut, UB telah menyiapkan berbagai strategi pendampingan dan penguatan, salah satunya melalui penguatan semangat kolektif bertajuk “UB Sparks to Glory: Satu Kata, Satu Jiwa, Brawijaya Juara”.
Tagline ini diharapkan mampu membangkitkan kembali daya juang, solidaritas, dan optimisme mahasiswa Universitas Brawijaya dalam berprestasi di tingkat nasional.
Kepala UPT Pengembangan Talenta Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program yang sangat penting dan telah dirancang secara matang. Ia menyebutkan bahwa seluruh aspek kegiatan telah dipersiapkan secara sistematis, mulai dari jadwal, alur pendampingan, hingga strategi pencapaian target.
“Schedule-nya sudah ditata, timeline-nya sudah ditata, strategi-strateginya sudah ditata. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama me-backup semua kegiatan ini sesuai dengan kapasitas masing-masing,” tegasnya
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program pengembangan talenta mahasiswa tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan aktif mahasiswa sebagai aktor utama. Oleh karena itu, seluruh pihak di lingkungan UB diharapkan dapat memberikan dukungan penuh sesuai peran masing-masing.
“Kegiatan ini tidak akan berhasil apabila mahasiswa sebagai pihak yang paling berperan tidak all out dalam mengupayakan semua prosesnya,” ungkapnya.

Kepala UPT Pengembangan Talenta Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T. (Foto: Istimewa)
Selain itu, Prof. Abu Bakar mengajak sivitas akademika untuk menjadikan capaian dan tantangan di tahun-tahun sebelumnya sebagai pembelajaran. Ia menegaskan pentingnya menatap ke depan dengan semangat baru dan tidak terjebak pada kegagalan masa lalu.
“Marilah kita start kembali ke depan, melangkah lebih, agar bisa mendapatkan keberhasilan yang kita inginkan,” ujarnya .
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam PKM memberikan manfaat yang sangat besar, baik dalam pengembangan akademik, kompetensi personal, maupun pengalaman sosial. Melalui PKM, mahasiswa berkesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional, seperti PIMNAS, serta memperoleh pengalaman langsung ketika terjun ke masyarakat.
“Bagi mahasiswa secara personal, manfaatnya sangat banyak, mulai dari peluang kompetisi nasional hingga pengalaman berharga di lapangan,” tambahnya
Melalui pelaksanaan kegiatan Thinks, Create, Impact ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Dengan semangat “UB Sparks to Glory: Satu Kata, Satu Jiwa, Brawijaya Juara”, UB optimistis dapat melahirkan karya-karya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




