MALANG POST – Pemkot Batu terus mematangkan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Salah satunya melalui pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih. Memasuki awal 2026, Pemkot Batu memulai pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih ke-9 yang berlokasi di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Lapangan GOR Perdamaian, Kelurahan Temas. Sejumlah pejabat Forkopimda Kota Batu serta kepala perangkat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wali Kota Nurochman menegaskan, bahwa koperasi harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, koperasi tidak boleh sekadar menjadi simbol atau formalitas program, melainkan harus benar-benar memberi dampak ekonomi nyata.
“Ekonomi yang ingin kita tumbuhkan adalah ekonomi yang dimulai dari desa dan kelurahan. Gerai Koperasi Merah Putih di Temas ini diharapkan menjadi agregator pertumbuhan ekonomi sekaligus ruang interaksi ekonomi warga. Kuncinya satu, pengelolaannya harus profesional, bukan asal-asalan,” tutur Cak Nur, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, Gerai Koperasi Merah Putih dirancang sebagai simpul distribusi ekonomi masyarakat. Keberadaannya di tingkat kelurahan diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, memperkuat usaha kecil, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Cak Nur juga mengungkapkan bahwa pembangunan gerai koperasi tersebut didukung penuh oleh pemerintah pusat. Seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, pelaksanaan pembangunan diamanatkan kepada Komandan Kodim 0808/Malang sebagai bentuk sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan TNI.

BANGUNAN KE 9: Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kelurahan Temas. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata. Kita ingin pembangunan berjalan cepat, tepat, dan berkualitas. Karena itu, keterlibatan lintas sektor menjadi sangat penting,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cak Nur mendorong agar tata kelola koperasi ke depan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Ia menilai, keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia pengelolanya. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas pengurus melalui pendidikan dan pelatihan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Pengurus harus paham manajemen, keuangan dan pelayanan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga penting, terutama dalam pengawasan. Dengan begitu, koperasi bisa berjalan sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurutnya, selama ini fasilitas ekonomi masih banyak terkonsentrasi di pusat kota atau di luar wilayah desa dan kelurahan. Kehadiran Gerai Koperasi Merah Putih di Temas diharapkan mampu mendekatkan akses ekonomi kepada masyarakat bawah.
“Karena itu, koperasi ini harus dibangun dengan cepat, segera beroperasi dan seluruh akses pendukungnya disiapkan dengan matang. Jangan sampai bangunan sudah berdiri, tapi aktivitas ekonominya tidak berjalan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memastikan program nasional benar-benar menyentuh masyarakat desa. Menurutnya, koperasi harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi institusi ekonomi yang sehat, akuntabel dan berkelanjutan. (Ananto Wibowo)




