MALANG POST – Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB) meraih prestasi nasional lagi. Kali ini melalui tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 yang dinobatkan sebagai Juara Abdidaya Ormawa 2025.
Keberhasilan ini dicapai melalui program pemberdayaan masyarakat yang fokus pada pengembangan wirausaha olahan susu kambing Peranakan Etawa (PE) di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Program ini dipimpin Muamar Yusuf Khadafi Nasution, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2024. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa.
“Kami melihat potensi luar biasa dari susu kambing Etawa di Desa Sumberdem. Kami hadir untuk membantu mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Muamar.
PPK Ormawa EM UB menghadirkan beragam kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan pengolahan susu kambing menjadi yoghurt, kefir, sabun susu, hingga permen susu.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga mendorong terbentuknya usaha berbasis kelompok yang lebih terstruktur. Mahasiswa turut mendampingi masyarakat dalam hal manajemen usaha, branding, hingga pemasaran digital.
“Target kami adalah memastikan masyarakat mampu memproduksi dan menjual produk olahan susu secara mandiri,” tegas Muamar.

Kontribusi EM UB mendapat sambutan positif dari warga Sumberdem. Kepala Desa Sumberdem menyatakan apresiasi atas dampak nyata program terhadap peningkatan ekonomi desa.
“Mahasiswa UB membuka wawasan warga tentang peluang besar di balik susu kambing Etawa. Produk olahan yang diajarkan kini sudah mulai dipasarkan, membawa harapan baru bagi peternak,” katanya.
Ia juga menambahkan perlunya pendampingan berkelanjutan agar usaha yang dirintis terus berkembang.
Keberhasilan ini menjadi salah satu alasan penghargaan Abdidaya Ormawa 2025 diberikan oleh Kemendikbudristek kepada organisasi mahasiswa yang mampu menciptakan program pemberdayaan masyarakat dengan dampak nyata, berkelanjutan, dan inovatif. Ketua EM UB menyambut capaian ini dengan bangga.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UB tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya di seluruh Indonesia,” ujar ketua EM UB.
Selain pelatihan teknis, tim PPK Ormawa EM UB menggagas pembentukan identitas merek lokal sebagai langkah awal pemasaran. Mahasiswa membantu merancang kemasan, materi promosi, dan membangun basis pemasaran online. Respons positif datang dari generasi muda desa yang terlibat dalam pelatihan.
Setelah dinyatakan Juara Abdidaya Ormawa 2025, tim PPK Ormawa EM UB berkomitmen melanjutkan pendampingan jangka panjang. Rencana ke depan mencakup pengurusan legalitas usaha, penguatan kelompok peternak, dan perluasan jaringan pemasaran hingga wilayah lebih luas.
Muamar menegaskan bahwa penghargaan ini adalah langkah awal untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi Desa Sumberdem. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




