MALANG POST – Dentum drum yang dipukul Wali Kota Batu Nurochman menjadi penanda dimulainya Batu Futsal League (BFL) Piala Wali Kota Batu 2025. Sebuah kompetisi futsal pelajar yang tak sekadar mengejar skor, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet muda sekaligus penguatan citra Kota Batu sebagai destinasi sport tourism.
Sebanyak 1.164 atlet pelajar dari 46 SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Batu ambil bagian dalam ajang ini. Mereka bersaing di kategori SMP dan SMA, putra dan putri, yang dibagi dalam Divisi Utama dan Divisi Satu. Ribuan pasang mata menyaksikan laga-laga awal yang sarat semangat, disiplin dan adu taktik khas futsal pelajar.
Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan karakter.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Namun semangat juang, kejujuran, sportivitas dan rasa saling menghormati adalah nilai yang jauh lebih mulia,” tutur Cak Nur, Minggu (14/12/2025).
Ia menekankan, kompetisi seperti BFL menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal disiplin, kerja sama tim, serta semangat kebersamaan. Karena itu, Pemkot Batu berkomitmen memberi dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga, khususnya futsal, melalui pembinaan usia dini dan penyelenggaraan kompetisi berjenjang.
Komitmen itu, lanjut Cak Nur, juga tercermin dari sikap pemerintah yang memberikan ruang penuh kepada perangkat pertandingan dan panitia. Ia memastikan tidak ada intervensi dalam pelaksanaan turnamen.
“Kami sampaikan dan wasit sudah berjanji tidak terpengaruh oleh intervensi apa pun. Lami dari Pemkot Batu memberikan ruang 100 persen kepada wasit dan seluruh kepanitiaan untuk menyelenggarakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya tanpa intervensi apa pun,” ujarnya.

PUKUL DRUM: Wali Kota Batu, Nurochman saat memukul bas drum menandai muali bergulirnya Batu Futsal League 2025 di Gor Gajah Mada Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tak berhenti pada kompetisi, BFL 2025 juga dirangkaikan dengan agenda tanam pohon yang akan diikuti seluruh atlet. Menurut Cak Nur olahraga dan kepedulian lingkungan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan futsal sebagai medium menumbuhkan rasa cinta terhadap Kota Batu dan lingkungannya.
“Melalui olahraga kita tumbuhkan rasa cinta kepada Kota Batu, sekaligus bagaimana kita bersama-sama melestarikan lingkungan. Di beberapa tempat terjadi musibah dan itu menjadi keprihatinan kita bersama. Maka mencintai lingkungan harus diwujudkan dengan gerakan nyata,” tuturnya.
Ketua Asosiasi Futsal Kota Batu, Fahresa Maulana menyebut BFL sebagai salah satu misi besar membangun masa depan futsal Kota Batu. Turnamen ini menjadi wadah pencarian pemain muda potensial yang akan disiapkan memperkuat Batu Sae FC dalam Liga Nusantara (Linus) 2026.
“Kota Batu punya banyak atlet muda berbakat yang tersebar di sekolah dan klub. BFL ini menjadi ruang bagi mereka untuk bersaing secara sportif sekaligus bagian dari pembinaan berkelanjutan,” ujar Fahresa.
Dari ribuan atlet yang berlaga, AFB menargetkan akan menjaring 14 pemain terbaik untuk digembleng menjadi tim inti Batu Sae FC. Pembinaan dilakukan secara sistematis agar mampu melahirkan atlet profesional yang kelak membawa nama Kota Batu di level regional maupun nasional.
Ia berharap, BFL 2025 mampu menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat, memperkuat ekosistem futsal pelajar, sekaligus menegaskan posisi Kota Batu sebagai salah satu daerah penggerak futsal di Jawa Timur.
“Turnamen ini kami harapkan menjadi momentum lahirnya generasi emas futsal Kota Batu. Generasi yang siap bersaing di level lebih tinggi, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




