ATUR LALIN: Personel Polres Batu saat melakukan pengaturan arus lalin di TKP truk trailer rem blong. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah truk trailer bernopol L 9299 UK, terjadi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Selasa (2/12/2025). Beruntung, insiden yang sempat membuat arus kendaraan di kawasan wisata itu tersendat tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Truk naas itu dikemudikan Asnan (55), warga Tambaksari, Kota Surabaya. Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menjelaskan, peristiwa bermula ketika truk melaju dari arah barat menuju timur. Saat melintasi kontur jalan yang menurun, Asnan merasakan ada yang tidak beres pada sistem pengereman.
“Mengetahui situasi tersebut, pengemudi membanting kendaraan ke arah kanan dan menabrak pembatas jalan serta taman,” ujar Kevin.
Sopir berupaya keras mencegah truk melaju tak terkendali ke arah lalu lintas padat dan kontur jalan lebih miring di depannya. Pilihan membanting setir ke area aman itu membuat truk menghantam pembatas dan merusak bagian taman kota. Benturan cukup keras, namun berhasil menghentikan laju kendaraan sebelum menimbulkan kecelakaan lebih parah.
Akibat kejadian tersebut, bagian depan truk dan sebagian taman mengalami kerusakan. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta. Meski begitu, sang sopir selamat tanpa luka. Tidak ada pengguna jalan lain yang menjadi korban.
Kevin menegaskan, insiden seperti ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengemudi kendaraan besar agar tidak mengabaikan pemeriksaan berkala.
“Belajar dari peristiwa ini, kami mengimbau para pengemudi untuk selalu melakukan pengecekan kondisi kendaraan sebelum beroperasi. Mulai dari rem, ban, lampu, sistem hidrolik, hingga kelayakan muatan. Jangan menunggu sampai terjadi gangguan di jalan,” katanya.
Ia juga menambahkan, jalur wisata seperti Kota Batu memiliki kontur tanjakan dan turunan yang menuntut kesiapan lebih dari kendaraan, terutama truk bertonase besar. Pemeriksaan di pool maupun rest area, penggunaan gigi rendah saat melintasi turunan, serta menjaga kecepatan menjadi kunci keselamatan.
“Keselamatan bukan hanya untuk pengemudi, tetapi juga untuk pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




