MALANG POST – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Kota Batu terbilang masih cukup tinggi. Hingga Oktober 2025, Polres Batu mencatat jumlahnya sudah menembus 211 kejadian, angka yang menunjukkan tingginya risiko keselamatan di jalur-jalur utama kota wisata tersebut.
Data tersebut diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim. “Selama Januari–Oktober 2025 jumlah laka lantas di wilayah hukum Polres Batu mencapai 211 kecelakaan. Dengan jumlah korban meninggal 29 orang,” ujar Kevin, Selasa (25/11/2025).
Kevin merinci, bulan Agustus menjadi bulan dengan insiden kecelakaan terbanyak, yakni 33 kejadian. Sedangkan korban meninggal dunia (MD) tertinggi terjadi pada Januari, mencapai tujuh orang. Lonjakan korban MD di awal tahun dipicu insiden bus pariwisata yang mengalami rem blong hingga merenggut empat nyawa dalam satu peristiwa.
“Sebagian besar kecelakaan terjadi pada jam-jam sibuk, baik saat aktivitas masyarakat berangkat maupun pulang sekolah dan bekerja. Rentang waktu rawan laka itu berada pada pukul 06.00–08.00 WIB serta 15.00–17.00 WIB,” tuturnya.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Batu kini mengintensifkan penertiban terhadap berbagai pelanggaran umum di jalan raya. Upaya tersebut diperkuat dengan kegiatan pemeriksaan kelayakan kendaraan (ramp check), terutama pada bus pariwisata yang lalu-lalang di Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata.

NGEBLONG: Bus Pariwisata dari Bali mengalami rem blong di Kota Batu, akibatnya menabrak sejumlah kendaraan dan empat orang meninggal dunia. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Sebagai destinasi wisata, volume kendaraan khususnya bus pariwisata selalu meningkat tiap akhir pekan. Karena itu kami bersama Polda Jatim, Dishub Jatim, Dishub Kota Batu, dan Jasa Raharja rutin melakukan ramp check untuk memastikan armada laik jalan,” ungkapnya.
Pemeriksaan dilakukan di titik-titik wisata dan terminal yang menjadi kantong pergerakan penumpang. Tak hanya itu, Polres Batu juga sedang menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung pada 17–30 November 2025.
Pada operasi tahun ini, indikator keberhasilan difokuskan pada keselamatan pejalan kaki, peningkatan kepatuhan masyarakat, serta penurunan angka kecelakaan, bukan sekadar banyaknya penindakan tilang.
“Keselamatan pejalan kaki kami jadikan ukuran utama kinerja. Keberhasilan operasi akan dilihat dari menurunnya angka kecelakaan dan meningkatnya disiplin masyarakat,” tegas Kevin.
“Dengan intensifikasi pengawasan, penertiban, hingga ramp check, Polres Batu berharap tren kecelakaan dapat ditekan menjelang periode libur panjang akhir tahun, momen ketika arus kendaraan wisatawan biasanya membludak,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




