MALANG POST – Pemkot Batu kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem masyarakat yang religius dan berkarakter. Ditandai dengan pengukuhan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batu masa bhakti 2025–2029 oleh Wali Kota Batu Nurochman di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.
Pengukuhan yang berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan itu mengusung tema Optimalisasi LPTQ Dalam Membangun Kolaborasi Strategis Lembaga Al-Qur’an Menuju mBatu Sae Dengan Spirit Al-Qur’an. Tema tersebut sekaligus menjadi pesan besar bahwa kolaborasi antarlembaga keagamaan, menjadi kunci dalam memperkuat generasi Qurani di Kota Batu.
Cak Nur, menegaskan bahwa LPTQ bukan sekadar penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Lebih dari itu, LPTQ dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas literasi dan pemahaman nilai‐nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Tentu kami memahami bahwa LPTQ adalah lembaga yang fokus pada bagaimana memahami isi Al-Qur’an. LPTQ merupakan mitra strategis Pemkot Batu untuk mengajak masyarakat semakin peduli dan mendukung program pembinaan keagamaan,” ujarnya.

KUKUHKAN: Wali Kota Batu, Nurochman saat mengukuhkan pengurus LPTQ Kota Batu periode 2025-2029 di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia menambahkan, penguatan spiritualitas dan karakter Qurani merupakan fondasi penting bagi keseimbangan pembangunan Kota Batu. Nilai‐nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diyakini mampu menciptakan suasana masyarakat yang teduh, sejuk dan bermartabat.
“Lebih teduh dan menyejukkan jika kita dapat memahami dan memaknai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Generasi Qurani harus kita siapkan agar keseimbangan pembangunan Kota Batu tampak dari sisi nilai,” imbuhnya.
Wali Kota juga memberi pesan khusus kepada kepengurusan baru agar segera merumuskan program kerja yang lebih komprehensif, terutama menyongsong agenda 2026. Evaluasi hasil MTQ Jawa Timur di Jember disebutnya sebagai pijakan untuk memperbaiki pembinaan kafilah, sekaligus persiapan menuju target besar yang diusung Kota Batu.
“Semoga dengan pengurus baru, Kota Batu dapat mewujudkan harapan menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur tahun 2029,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari LPTQ Jawa Timur. Kepala Bidang Pemberdayaan Huffadz, KH Abdul Ghofur memberikan apresiasi atas langkah Pemkot Batu dalam memperkuat lembaga pengembangan Al-Qur’an di tingkat daerah.
“Kami berharap LPTQ Kota Batu mampu menjadi motor penggerak pembinaan tilawah dan tahfidz yang berkesinambungan,” tuturnya.
Dalam susunan kepengurusan LPTQ masa bhakti 2025–2029, Sekretaris Daerah Kota Batu, Zadim Effisiensi, ditetapkan sebagai Ketua Umum. Sementara sekretariat LPTQ dipimpin oleh H. Nurochmat bersama jajaran pengurus lainnya.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru, Pemkot Batu menaruh harapan besar lahirnya program-program yang lebih progresif, berkelanjutan dan mampu memperkuat identitas Kota Batu sebagai daerah yang religius sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai Qurani. (Ananto Wibowo)




