MALANG POST – Pemkot Batu mulai menyalakan kembali mesin ekonomi daerah yang sempat lama berhenti berdetak. Salah satunya lewat pembukaan seleksi calon direksi dan komisaris PT Batu Wisata Resource (BWR), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kebanggaan Kota Batu yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
Pendaftaran seleksi dibuka mulai 7 hingga 21 November 2025. Proses ini menjadi langkah awal revitalisasi BWR agar bisa kembali aktif dan berperan dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, terutama di sektor pariwisata, pertanian dan pengelolaan pasar.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) BWR, Sugeng Pramono menjelaskan, seleksi kali ini dibagi menjadi dua kategori. Yakni seleksi komisaris yang ditujukan bagi pejabat di lingkungan Pemkot Batu, dan direksi yang terbuka bagi masyarakat umum serta para profesional.
“Secara umum, persyaratannya hampir sama. Calon harus WNI, sehat jasmani dan rohani, memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, serta dedikasi tinggi untuk memajukan perusahaan daerah,” ujar Sugeng, Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan, pelamar wajib memiliki pendidikan minimal S1, berusia 35 tahun maksimal 55 tahun dan memahami penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun manajemen perusahaan.
“Selain itu, calon juga harus mampu menyediakan waktu yang cukup untuk menjalankan tugasnya,” imbuhnya.
Untuk posisi komisaris, seleksi lebih diutamakan bagi pejabat Pemkot Batu yang memiliki tugas pembinaan, pengawasan, atau evaluasi terhadap BUMD, serta bukan pejabat yang menjalankan pelayanan publik langsung.
Sedangkan untuk posisi direksi, ada tambahan persyaratan khusus. Antara lain, belum pernah menjadi pengurus perusahaan yang dinyatakan pailit, memahami kondisi Kota Batu secara umum, serta memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang manajerial. Untuk persyaratan lebih lengkap dapat dilihat di link https://bit.ly/SeleksiBWR.
Proses seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Mulai dari seleksi administrasi pada 24 November 2025, pengumuman hasil administrasi 25 November, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada 27 November hingga 4 Desember, kemudian wawancara akhir bersama kepala daerah pada 8–9 Desember. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 10 Desember 2025.

Langkah ini, menurut Wali Kota Batu Nurochman, merupakan tahapan penting dalam proses kebangkitan kembali BWR. Ia menyebut, keberadaan BUMD ini diharapkan bisa menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi lokal.
“BWR sedang dalam proses untuk dihidupkan kembali. Panitia seleksinya sudah terbentuk. Untuk tahap awal, kami masih menggunakan nama yang sama,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan, pengisian posisi direksi menjadi fase krusial sebelum melangkah ke tahap restrukturisasi dan rebranding perusahaan. Setelah direksi terbentuk, BWR akan menyiapkan program bisnis baru yang relevan dengan potensi unggulan Kota Batu.
“Kalau direksi sudah terbentuk, baru dilakukan restrukturisasi dan rebranding. Setelah itu, disusun program bisnis yang sesuai potensi daerah,” jelasnya.
Pemkot Batu kini tengah menyiapkan sejumlah opsi pengelolaan yang berpotensi menjadi unit usaha baru BWR. Di antaranya pengelolaan Pasar Induk Among Tani, pengembangan sektor pertanian modern, serta penguatan sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kota.
“Jangan sampai BUMD dibentuk tapi tidak berjalan. Semua harus melalui kajian matang agar sesuai kebutuhan daerah,” tegasnya.
Melalui seleksi yang transparan dan restrukturisasi kelembagaan yang matang, Pemkot Batu optimistis BWR dapat bertransformasi menjadi BUMD yang profesional, adaptif dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Langkah pertama adalah aktivasi kelembagaan agar instrumen permodalan bisa digunakan. Setelah itu, baru disusun program kerja dan rencana bisnisnya,” tutur Cak Nur.
Jika proses ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin tahun depan BWR akan benar-benar bangkit dari ‘tidur panjangnya’ dan kembali menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan wisata di Kota Batu. (Ananto Wibowo)




