MALANG POST – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu terus berjalan dan kini sudah dirasakan manfaatnya oleh belasan ribu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menyatakan, bahwa saat ini di wilayahnya telah beroperasi enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keenam SPPG itu tersebar di tiga kecamatan Kota Batu yakni Bumiaji, Batu dan Junrejo.
“Sebenarnya ada tujuh SPPG yang sudah beroperasi di Kota Batu. Namun satu di antaranya sedang kami hentikan sementara karena ada temuan makanan tidak layak konsumsi di dua sekolah,” terang Heli, Senin (6/10/2025).
SPPG yang dihentikan sementara adalah SPPG Yayasan Peduli Rakyat Generasi Emas di wilayah Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Keputusan itu diambil usai ditemukan adanya masakan yang tidak layak konsumsi dan menyebabkan 12 siswa SMPN 01 Kota Batu mengalami mual setelah menyantap hidangan MBG.
“Begitu ada laporan, kami langsung bergerak cepat. Operasional SPPG-nya kami hentikan sementara untuk evaluasi dan perbaikan,” tegas Heli.
Meski demikian, enam SPPG lain tetap beroperasi normal dan melayani total sekitar 16.680 pelajar. Setiap dapur gizi ini melayani antara 2.000 hingga 3.000 porsi per hari, dengan jangkauan belasan hingga puluhan sekolah.
“Alhamdulillah, sejauh ini programnya berjalan baik. Anak-anak antusias, guru juga mendukung. Ini program bagus untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar mereka,” tambah Heli.
Pihaknya memastikan, ke depan Pemkot Batu akan menambah jumlah SPPG agar cakupan penerima manfaat semakin luas. “Kami terus evaluasi dan berbenah. Ke depan akan ada penambahan SPPG lagi supaya semua sekolah bisa terlayani dengan baik,” sebutnya.

CEK DISTRIBUSI: Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat melakukan pengecekan distribusi MBG di salah satu sekolah di Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Heli memaparkan enam SPPG yang saat ini beroperasi di Kota Batu. Di Kecamatan Bumiaji, terdapat dua SPPG yang sudah melayani kebutuhan makan bergizi para pelajar. Pertama, SPPG Yayasan Santri Nusantara Emas yang berlokasi di Jalan Sumberbrantas, Desa Sumberbrantas. Dapur gizi ini mulai beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani 2.766 porsi setiap hari untuk 21 sekolah di sekitarnya.
Kemudian SPPG Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group di Jalan Notodiharjo, Desa Bulukerto. Beroperasi sejak 15 September 2025, SPPG ini menyuplai 2.731 porsi makanan bergizi untuk 32 sekolah.
Sementara di Kecamatan Batu, program MBG dijalankan melalui SPPG Yayasan Oemah Fokus Ngabdi yang berlokasi di Jalan Abdul Gani, Kelurahan Ngaglik. Dapur gizi yang mulai beroperasi pada 11 September 2025 ini melayani 2.683 porsi setiap hari untuk 18 sekolah di wilayah tersebut.
Adapun di Kecamatan Junrejo, terdapat tiga SPPG yang menjadi penopang utama distribusi makanan bergizi gratis bagi para pelajar. Pertama, SPPG Yayasan Sulaiman Al Hajj Batu di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Dadaprejo, yang mulai beroperasi sejak 19 Agustus 2025. Setiap hari, dapur ini menyiapkan 3.148 porsi untuk 12 sekolah.
Kedua, SPPG Yayasan Berbagi Kasih Bersama Siswa yang berlokasi di Jalan Duku, Desa Pendem. Mulai aktif sejak 1 September 2025, SPPG ini melayani 2.579 porsi makanan bergizi bagi 21 sekolah.
Terakhir, SPPG Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group yang beroperasi di Jalan Alternatif Batu–Malang, Desa Torongrejo. Mulai berjalan pada 29 September 2025, dapur gizi ini menyiapkan 2.773 porsi untuk 31 sekolah setiap harinya.
Dengan enam dapur gizi yang tersebar di seluruh wilayah, distribusi makanan kini semakin merata. Para petugas di masing-masing SPPG pun terus diawasi agar kualitas makanan tetap terjamin, baik dari sisi gizi maupun kebersihan.
“Program MBG ini bukan hanya soal makan gratis, tapi tentang menyiapkan generasi muda yang sehat dan cerdas. Karena itu, kami pastikan pengawasan kualitas terus dilakukan,” tutup Heli. (Ananto Wibowo)




