MALANG POST – Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh setiap 9 September, sejatinya menjadi ajang merayakan prestasi dan semangat sportivitas inisan olahraga. Namun, bagi atlet-atlet Kota Batu peraih medali di ajang Porprov IX Jawa Timur, peringatan tahun ini justru menghadirkan rasa getir.
Dua bulan berlalu sejak penutupan Porprov IX Jatim pada 5 Juli lalu. Janji bonus yang semestinya jadi pelecut semangat hingga kini tak kunjung cair. Padahal, bonus itu sudah lama ditunggu-tunggu sebagai bentuk penghargaan atas keringat dan perjuangan atlet mengharumkan nama daerah.
Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi memastikan, tidak ada kendala berarti dalam proses pencairan. Saat ini, mekanisme masih berjalan di Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu sebagai dinas teknis.
“Saat ini terus berproses. Dinas terkait akan melakukan pengecekan lebih dulu laporan-laporan kita. Ketika semuanya sudah selesai, baru ditindaklanjuti dengan proses pencairan bonus,” ujar Sentot, Selasa (9/9/2025).
Ia optimistis pencairan akan rampung dalam waktu dekat. Bahkan, ia menargetkan pada pertengahan September, tepatnya 17 September, bonus sudah bisa diserahkan secara simbolis dalam sebuah seremoni di GOR Gajah Mada, Kota Batu.
“Harapan kami bulan ini selesai. Karena anggarannya sudah siap. Tinggal menunggu proses administrasi yang sedang berjalan,” tambahnya.
Total bonus yang akan digelontorkan Pemkot Batu mencapai Rp3,3 miliar. Anggaran itu disiapkan dari total Rp12 miliar dana Porprov IX Jatim. Dana tersebut bakal dibagikan kepada atlet dan pelatih dari 28 cabang olahraga (cabor) yang berhasil menyumbangkan medali, dari total 44 cabor yang diikuti Kota Batu.
Capaian Kota Batu sendiri terbilang membanggakan. Atlet-atlet Kota Wisata ini berhasil mengoleksi 33 medali emas, 40 medali perak, serta 40 medali perunggu. Dengan hasil itu, Kota Batu berhasil masuk 10 bersar di ajang Porprov IX Jatim.

RAIH MEDALI: Jajaran atlet Kota Batu yang berhasil mempersembahkan medali Porprov IX Jatim untuk Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Besaran bonus yang diterima bervariasi sesuai dengan jenis medali dan kategori pertandingan. Untuk atlet perorangan peraih emas akan menerima Rp40 juta. Total bonus tersebut sebelumnya telah dicairkan Rp7,5 juta sebagai bonus mentas.
Sementara untuk nomor ganda disiapkan Rp50 juta, sedangkan beregu bisa membawa pulang Rp60 juta hingga Rp70 juta. Ada pula bonus spesial bagi tim sepak bola putri Kota Batu yang tampil gemilang di Porprov. Tim ini akan menerima Rp100 juta, yang sebelumnya telah dicairkan Rp25 juta sebagai bonus mentas.
Tidak hanya atlet, pelatih pun mendapat apresiasi. Setiap pelatih peraih medali emas bakal diganjar Rp5 juta. Sementara untuk cabor yang berhasil menyumbangkan medali, juga disiapkan bonus tambahan Rp3 juta untuk emas, Rp2 juta untuk perak dan Rp1 juta untuk perunggu.
“Pembagian bonus ini dilakukan secara transparan. Semua atlet dan pelatih akan menerima langsung ke rekening masing-masing,” tegas Sentot.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori menyampaikan, proses pencairan bonus masih dalam tahap finalisasi. Pihaknya bersama KONI sedang memastikan teknis penyaluran agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
“Anggaran sudah tertuang dalam APBD 2025. Kami tinggal memastikan teknis penyalurannya bersama KONI Kota Batu,” terang Chori.
Ia menambahkan, pemberian bonus bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata penghargaan atas kerja keras seluruh elemen olahraga di Kota Batu. Mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus cabor yang telah ikut andil membawa nama harum daerah.
“Kami ingin atlet dan pelatih bisa segera merasakan manfaat bonus ini, apalagi setelah perjuangan mereka di Porprov. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal penghargaan dan motivasi untuk terus berprestasi,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




