
MALANG POST – Gaya hidup dan makanan tidak higienis, bisa memicu cacingan. Yakni saat masuknya telur atau larva cacing ke dalam tubuh manusia, melalui berbagai jalur yang sering kali tidak disadari.
Beberapa jalur penularan cacing bisa melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, tanah yang tercemar tinja, kontak dengan benda terkontaminasi dan kurangnya kebersihan pribadi.
Hal tersebut disampaikan dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang, Tapriadi SKM, M.Pd., saat menjadi narasumber talkshow di program Idjen Talk. Yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (30/8/2025) kemarin.
“Risiko cacingan sangat besar, berasal dari makanan dan gaya hidup yang tidak higienis.”
“Konsumsi makanan tanpa pengolahan yang benar, termasuk kuliner ekstrem, bisa memicu masuknya larva cacing ke tubuh,” tambahnya.
Cacing dalam tubuh, ujar Tapriadi, akan merebut zat gizi yang seharusnya diserap tubuh. Sehingga menyebabkan anemia dan tubuh lemah sehingga berpotensi menurunkan produktivitas.
Karenanya, menjaga pola hidup bersih dan konsumsi makanan beragam untuk pemenuhan gizi, penting untuk menjaga imunitas.
Selain itu, tanaman herbal seperti biji pepaya, bawang putih dan temulawak juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pencegahan alami.
Sementara itu, dokter umum RSU Brimedika Malang, dr. Riza Maulida menambahkan, cacingan tidak hanya terjadi pada anak-anak. Tapi juga bisa menyerang orang dewasa. Meski gejala pada orang dewasa, tidak separah anak-anak, karena sistem imun yang lebih kuat. Sekalipun infeksi tetap bisa terjadi tanpa disadari.
“Jenis cacing yang umum menginfeksi adalah cacing gelang, kremi dan pita.”
“Gejalanya meliputi perut kembung, lemas, gatal di anus, penurunan nafsu makan bahkan batuk dan sesak napas jika larva menyebar ke paru,” jelasnya.
Penanganan awal dilakukan dengan pemberian obat cacing. Namun jika infeksi sudah parah dan menyebabkan penyumbatan saluran cerna, tindakan operasi bisa saja diperlukan.
Pencegahan paling efektif, adalah menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekitar. (Nurul Fitriani/Ra Indrata)