
MALANG POST – Suasana haru terasa di depan Balai Kota Among Tani Kota Batu, Jumat (24/5/2025). Motor-motor ojek online (Ojol) berjejer rapi. Para drivernya datang dengan wajah muram, saling menyalami dan menguatkan.
Mereka berkumpul bukan untuk mencari orderan, melainkan untuk mendoakan rekan sejawat mereka Almarhum Affan Kurniawan yang menjadi korban insiden di Jakarta.
Doa bersama ini digagas oleh komunitas driver online Kota Batu Grasiba. Tak kurang dari 150 driver hadir. Mereka bersatu atas nama kemanusiaan dan solidaritas profesi.
“Ini bukan tentang bendera siapa. Hari ini kita semua adalah saudara. Duka ini kita rasakan bersama,” kata Ketua Grasiba, Burhanuddin.
Sebelum doa digelar, para driver melakukan aksi simbolis. Pita hitam dibagikan, lalu dipasang di helm dan motor. Sebagian driver juga membagikan pita itu kepada masyarakat di sekitar Alun-alun Kota Batu dan Pos Polisi Batos. Sebuah pesan sederhana, tapi penuh makna, tanda duka sekaligus protes damai.
Aksi berlanjut dengan long march menuju Balai Kota Among Tani Kota Batu. Rombongan disambut perwakilan Dinas Perhubungan dan Polres Batu. Di hadapan mereka, Burhanuddin menyerahkan pita hitam sebagai simbol permintaan perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami hanya menitip pesan.Kami butuh perlindungan. Jangan sampai kejadian di Jakarta terulang di Kota Batu atau di mana pun. Kami ini juga rakyat yang mencari nafkah halal untuk keluarga,” ujarnya.
Di depan Balai Kota Among Tani, doa bersama dipanjatkan untuk Almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Dipimipin langsung oleh Burhanuddin. Semua hening. Tapi di balik khidmatnya doa, suara tuntutan juga menguat.

PITA HITAM: Salah satu driver ojol di Kota Batu saat menyematkan pita hitam kepada personel Dishub Kota Batu sebagai bentuk bela sungkawa dan protes. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ada dua hal yang disampaikan. Pertama, mereka meminta pengusutan tuntas insiden di Jakarta. “Keadilan tidak boleh setengah-setengah. Aparat hukum harus transparan dan profesional. Semua yang bersalah harus ditindak,” tegas Burhanuddin.
Kedua, mereka mengingatkan soal keselamatan. “Kesedihan ini harus jadi pemacu. Mari kita jadi pengendara yang tertib, saling jaga, supaya tidak ada lagi air mata yang tumpah karena kelalaian kita sendiri,” tambahnya.
Acara yang berlangsung damai itu akhirnya ditutup. Para driver bubar, kembali menunggangi motor mereka. Pita hitam masih terikat erat di helm, jadi pengingat duka sekaligus tekad perjuangan.
“Kami pulang bukan berarti perjuangan selesai. Kami akan terus mengawal proses hukum ini. Semua demi masa depan kami,” pungkas Burhanuddin.
Sementara itu, di Masjid Roudhlotul Amni, Polres Batu. Para lersonel kepolisian menunaikan salat gaib untuk mendoakan Affan Kurniawan,
“Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan, duka atas kepergian Affan bukan hanya milik keluarga dan komunitas ojol, melainkan juga aparat penegak hukum.
Kehilangan saudara kita Affan adalah pengingat pentingnya menjaga kondusivitas dan keamanan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
Aksi bela sungkawa itu sekaligus jadi pesan solidaritas kepolisian kepada komunitas Ojol. Polres Batu ingin menunjukkan bahwa mereka senantiasa hadir, peduli dan berdiri bersama masyarakat dalam setiap duka. (Ananto Wibowo)