
MALANG POST – Perjuangan tak selalu di medan tempur. Kadang, ia terus hidup di dalam ingatan, cerita dan ketulusan para pejuangnya. Momen itu terasa pekat ketika Wali Kota Batu Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto blusukan ke rumah-rumah veteran, Rabu (14/8/2025).
Kunjungan itu dilakukan dalam momen peringatan Hari Veteran Nasional 2025 yang jatuh pada 10 Agustus kemarin. Sekaligus menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Dengan iringan Pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu, rombongan memulai perjalanan dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Di sana, mereka bersilaturahmi dengan Ibu Sumiarah (86), istri almarhum veteran Budijono.
Di ruang tamu sederhana, obrolan hangat mengalir. Ibu Sumiarah bercerita bagaimana dirinya mendampingi sang suami menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di masa-masa penuh ketegangan.
Dari Tulungrejo, perjalanan berlanjut ke Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Wali Kota dan Wawali menjumpai Soetikno (89), seorang veteran yang kini tengah memulihkan kesehatan. Wali Kota Nurochman memegang erat tangan sang veteran, menyemangatinya untuk lekas pulih. “Sehat selalu, Pak. Biar bisa tetap menjadi inspirasi bagi kami semua,” ucap Cak Nur.

PERJUANGAN: Wali Kota Batu, Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat blusukan ke kediaman para pejuang veteran di Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tak berhenti di situ, rombongan bergerak menuju Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. Di kediaman Supakim Hardiyanto (99) dan sang istri, Wali Kota kembali larut dalam kisah masa lalu.
Dengan suara pelan namun mantap, Supakim mengisahkan pengalamannya mempertahankan kemerdekaan di Desa Sumberejo, Gunungsari dan Punten.
Di akhir kunjungan, doa tulus pun mengalir dari mulut Supakim. “Semoga Batu tetap menjadi kota yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertoraharjo, karena pemimpinnya sembodo bowo laksono. Semoga Pak Wali selalu sehat dan tak ada halangan,” ucapnya.
Mendengar kisah-kisah ini, Wali Kota Nurochman menegaskan komitmennya. Pemkor Batu, katanya, akan terus memperhatikan kesejahteraan veteran, terutama di bidang kesehatan.
“Pelayanan kesehatan akan kami maksimalkan. Tali asih juga akan kami tambah, supaya para veteran bisa merasakan manfaat nyata dari negara yang mereka bela,” tegasnya.
Menurutnya, kunjungan semacam ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi generasi muda agar tidak buta sejarah.
“Kita wajib tahu apa yang diperjuangkan para perebut kemerdekaan. Kalau melihat langsung kondisi mereka, kita akan sadar bahwa perjuangan belum selesai. Tugas kita sekarang adalah memastikan mereka hidup layak di masa tua,” ujarnya.
Bagi Cak Nur, blusukan kali ini juga menjadi kesempatan untuk menyerap cerita kehidupan sehari-hari para veteran. Mulai dari masa perang hingga hari-hari senja yang dijalani di Kota Batu.
Ada yang masih segar menceritakan strategi di medan tempur, ada pula yang berbagi kisah bagaimana mereka menyesuaikan diri ketika senjata ditukar dengan cangkul dan kerja harian.
“Saatnya kita yang memberikan perhatian kepada para pejuang kemerdekaan. Jangan sampai mereka mengalami kesusahan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas seluruh generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)