
MALANG POST – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya resmi memasuki babak baru. Dalam Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) yang digelar di Hall Hotel Ciptaningati, Kota Batu, kemari, Hilda Daningtyas terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Malang Raya periode 2025-2028.
Tak butuh waktu lama, Hilda terpilih secara aklamasi oleh 24 anggota yang hadir dalam forum tertinggi IJTI tingkat daerah tersebut. Proses penjaringan bakal calon sempat dilakukan oleh pimpinan sidang Arif Masbuchin, Ali Makhrus dan Hilda sendiri. Namun, karena tak ada nama lain yang bersedia maju, semua suara pun bulat mengarah ke satu nama Hilda Daningtyas.
“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan dari seluruh rekan-rekan jurnalis. Ini amanah besar,” ujar Hilda.
Wanita asal Malang ini menjadi Ketua IJTI Korda Malang Raya kelima, menggantikan Moch Tiawan dari Kompas TV yang telah menuntaskan masa baktinya selama periode 2021-2024.
Dalam visi misinya, Hilda menekankan pentingnya semangat guyub rukun, gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. Tak hanya antaranggota, tapi juga bersama dunia pendidikan, lembaga dan masyarakat.
“Melalui slogan Rise Together, saya yakin kami bisa bangkit bersama, menjawab tantangan industri media televisi yang sedang disrupsi. Dengan kebersamaan, saya optimistis kita bisa lebih baik dan lebih kuat,” tegasnya.

PELANTIKAN: Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, Wali Kota Batu Nurochman dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri prosesi pelantikan pengurus IJTI Korda Malang Raya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Selain pemilihan ketua baru, Muskorda kali ini juga dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema Disrupsi Media Elektronik, Khususnya Televisi. Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan, hadir langsung memantik diskusi.
Menurut Herik, media sosial memang membawa tantangan tersendiri bagi jurnalis televisi. Namun, di sisi lain, ini justru jadi pemantik untuk lebih kreatif dan adaptif.
“Jurnalis televisi ke depan tidak hanya harus kreatif, tapi juga dinamis. Peran jurnalis tidak akan pernah hilang, karena media mainstream tetap menjadi verifikator utama di tengah banjir informasi,” tegasnya.
Wali Kota Batu, Nurochman, yang turut hadir dalam pelantikan pengurus IJTI Korda Malang Raya menyampaikan apresiasinya karena telah memilih Kota Batu menjadi tuan rumah. Menurutnya, peran jurnalis sangat penting dalam membangun sinergi dan konektivitas antar wilayah di Malang Raya.
“Jurnalis bukan sekadar penyampai informasi, tapi mitra strategis pembangunan. Kolaborasi antara Batu, Kabupaten dan Kota Makang bisa diperkuat lewat media,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi tantangan baru dunia jurnalistik di era digital. “Sekarang semua orang bisa jadi kameramen. Tapi yang membedakan jurnalis profesional adalah pengalaman, kepekaan dan tanggung jawab dalam menyampaikan kebenaran,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Ia menyebut media adalah mitra penting dalam menjaga stabilitas dan menciptakan ruang publik yang sehat.
“Media adalah pilar keempat demokrasi. Kami terbuka pada kritik membangun dan berharap kolaborasi ini terus dijaga untuk memperkuat akuntabilitas serta mencegah disinformasi,” tutupnya. (Ananto Wibowo)