
MALANG POST – Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Malang, Rida Afrilyasanti, S.Pd.,M.Sc menyampaikan, dua siswanya belum bisa mengikuti proses belajar mengajar. Setelah mengikuti tes kesehatan, Senin (14/7/2025) lalu, keduanya masih harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dari Puskesmas.
“Keduanya siswa laki-laki, masih harus menjalani perawatan penyakit kulit secara intensif. Kami ingin mencegah terjadinya interaksi dengan siswa lainnya,” terang Rida Afrilyasanti, Kamis (17/07/2025).
Setelah nantinya pihak sekolah mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas Arjowinangun dan Puskesmas lainnya, baru kedua siswa itu diizinkan bergabung dengan siswa lainnya di asrama SRMP 16.
“Tes kesehatan yang dilakukan kemarin itu, merupakan bagian dari screening.”
“Kita harus memastikan sebelum masuk asrama, kondisi kesehatan siswa secara lahir dan batin sudah ada kepastian,” sambungnya.
Rida menambahkan, proses pengobatan dan perawatan kedua siswanya, diharapkan tidak memakan waktu lama. Agar bisa segera mengikuti materi pembelajaran.
Meski selama satu hingga dua bulan mendatang, materinya masih tentang matrikulasi. Belum menginjak ke materi pembelajaran yang sebenarnya.
“Kita akan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan berasrama.”
“Kita ajarkan siswa untuk mandi pakai sabun dengan bersih, mampu merawat diri, membersihkan tempat tidur dengan rapi, gemar berolahraga dan hal lain yang terkait PHBS,” tambahnya.

KASEK: Kepala SRMP 16 Malang, Rida Afrilyasanti, S.Pd.,M.Sc. (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
Untuk monitoring kesehatan 98 siswa SRMP 16 ini, pihaknya menggandeng Puskesmas terdekat. Siswa akan mendapatkan pemeriksaan secara berkala dan pengobatan berkala. Juga untuk mendapatkan vitamin.
Sementara ini, koordinasinya masih melalui Dinsos-P3AP2KB. Nantinya bisa mengakses sendiri ke Puskesmas atau RSUD terdekat.
“Terkait kesehatan siswa, kami telah melaksanakan audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang,” sebutnya.
Mantan guru SMAN Taruna Nala ini mengemukakan, selain pemenuhan kebutuhan kesehatan, untuk kebutuhan makanan, akan disiapkan katering sendiri. Pihaknya akan menyiapkan juru masak dan bahan pangannya. Dengan difasilitasi oleh Kementerian Sosial RI untuk semuanya.
Sementa itu, untuk menghilangkan kerinduan siswa terhadap orang tua, jelasnya, SRMP 16 Malang menggandeng tim psikolog dan UPT Dinsos Jawa Timur. Siswa dihibur dan diajak bermain dengan aneka permainan.
“Di luar permasalahan itu, kami juga ingin ada kemandirian, kedisiplinan, ketertiban serta rasa tanggungjawab dalam batas wajar, pada siswa SRMP 16.”
“Kami pun tetap melaksanakan pengawasan optimal. Jadi siswa tidak dibiarkan liar begitu saja. Pendampingan dan pemantauan serta pengawasan, tetap dilaksanakan,” pungkasnya. (Iwan Irawan/Ra Indrata)