
DITINJAU: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Sekkota, Erik Setyo Santoso, saat menyapa siswa di rombel SRMP 16. (Foto: Iwan Irawan/Malang Post).
MALANG POST – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Direktur Pemberdayaan Kelompok Rentan Kementerian Sosial RI, Mardi Brilian, meninjau pelaksanaan tes kesehatan bagi 100 siswa-siswi yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16.
Berbasis boarding school, SRMP 16 menempati eks gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom) di Tlogowaru, Kedungkandang. Sejak Senin (14/7/2025), mereka akan menempati selama lima tahun ke depan.
“Hari ini seratus siswa-siswi SRMP 16, mulai mengikuti persiapan pembelajaran. Diawali dengan tes kesehatan, untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental siswa.”
“Kita harapkan siswa benar-benar siap belajar secara boarding school. Selama tiga tahun di asrama, segala kebutuhannya kita penuhi. Mulai dari peralatan sekolah, makan, minum, tempat tidur dan lainnya. Mereka tinggal belajar dengan tekun,” kata Wali Kota Wahyu.
Dalam tes kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Arjowinangun, para siswa dicek kesehatan mata, telinga serta kesehatan lainnya. Untuk mengantisipasi adanya penyakit menular di internasl SRMP 16.
Selain tes kesehatan fisik, tes psikologi dari tim kesehatan juga diberikannya. Untuk mengukur kesiapan mental mereka yang akan mengikuti pendidikan berbasis boarding school tiga tahun.
“Melalui tes kesehatan ini, kami tidak ingin SRMP ini sekadar akses pendidikan semata. Tapi lebih konkret menjadi sarana atau pengalaman belajar bagi siswa untuk merubah hidupnya lebih maju dan bermanfaat,” cetusnya.
Nantinya ke seratus siswa tersebut, tambah Wahyu, mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti siswa sekolah lain. Bedanya, SRMP ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah.
“Kita mendorong dan mendukung mereka bisa berprestasi untuk mewujudkan impiannya. Sekaligus mengimplementasikan amanah Presiden Prabowo Subianto. Apalagi hari ini (Senin, 14/7/2025), ada 23 SRMP yang serentak dibuka Bapak Presiden. Termasuk salah satunya di Kota Malang secara daring,” imbuhya.
Pelaksanaan SRMP di Kota Malang, tambah Wahyu, akan dievaluasi setelah berjalan setahun. Ketika nantinya dibutuhkan penyempurnaan fasilitasi, pemerintah akan melengkapi. Demi terwujudnya pendidikan yang memadai dan berkualitas di Kota Malang.
“Perihal ada aspirasi dari orang tua siswa SRMP 16 ini, kami memberikan kesempatan untuk menyampaikannya.”
“Dari seratus siswa nantinya, akan dibagi dalam empat rombongan belajar (rombel). Masing-masing kelas, terdapat 25 murid,” tandasnya.
Terpisah Kepala SRMP 16, Rida Afrilyasanti menambahkan, usai tes kesehatan, dalam waktu dekat siswa diwajibkan mengikuti tes kebugaran. Seraya mengikuti pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) seperti sekolah umumnya.
“MPLS di SRMP ini ketambahan boarding school, karena siswa sehari-harinya hidup di asrama. Agar siswa lebih mandiri, disiplin, tertib waktu dan mampu beradaptasi dimanapun berada,” tuturnya.
Untuk pelaksanaan belajar mengajar, jelasnya, akan dihadirkan 11 guru mata pelajaran dan satu guru agama. Ditambah wali asuh enam orang, serta wali asrama dua orang. Mereka yang akan mendampingi siswa selama tiga tahun ke depan.
“Setiap kelas ada 25 siswa. Nama-nama mereka kita buatkan dan ditempelkan di dinding. Agar siswa dan guru mudah mengenali ruangan kelasnya untuk belajar.”
“Pengawasan selain diberlakukan CCTV di setiap titik tertentu, kami juga mensiagakan tiga security,” tambah dia.
Salah seorang siswa, Visya Laili Maulida asal SDN Arjowinangun 4, mengaku masih gugup dan deg-degan untuk memulai sekolah berbasis boarding school.
“Tapi di balik itu semua juga senang bisa bersekolah. Mendapatkan pendidikan gratis sama sekali. Hanya saja jauh dari orang tua,” ujar Visya saat ditemui cek kesehatan.
Sedangkan Mohamad Ferdy, asal SDN 3 Kalisongo Kabupaten Malang, menyatakan siap mengikuti pendidikan berbasis boarding school. Apalagi ia sudah mengenal beberapa teman di sekolah yang sama.
“Menginap di asrama dan jauh dari orang tua, tidak menjadi persoalan. Kami siap menempuh pendidikan ini. Semoga kami bisa menjadi siswa berprestasi,” ucap Ferdy. (Iwan Irawan/Ra Indrata)