
MALANG POST – Pelajaran berharga didapatkan Arema, saat turun di Piala Presiden 2025. Tidak saja gagal mempertahankan gelar juara bertahan. Tetapi skuadra Singo Edan juga menemukan titik lemah pada tim yang dipersiapkan turun di BRI Super League 2025/2026.
Dua kali turun di Grup A Piala Presiden 2025, Arema tidak pernah bisa menang. Hanya bermain imbang 2-2 lawan Liga Indonesia All Star di laga perdana. Lalu takluk dari Oxford United, 0-4, pada laga kedua.
Bahkan di akhir turnamen pramusim berhadiah Rp11,8 miliar itu, Arema FC menduduki peringkat ke-6 dari enam kontestan. Hanya bisa membawa pulang hadiah Rp100 juta.
Dalam dua laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung itu, Arema FC hanya mampu mencetak dua gol. Gawang Lucas Frigeri kemasukan enam gol.
Selain meminta maaf kepada Aremania, yang berkesempatan menyaksikan langsung laga Arema FC vs Oxford United di Stadion Si Jalak Harupat, pelatih Arema, Marcos Santos mengaku mendapat banyak pelajaran berharga.
“Kehadiran tim luar negeri itu bagus. Kami mendapatkan banyak pelajaran dari pertandingan melawan Oxford United,” kata pelatih asal Brasil.
Sisi yang lain, pelatih 46 tahun itu juga menemukan titik lemah skuad yang sedang dibangun. Yakni masalah mental dan fisik pemain yang perlu benar-benar ditingkatkan, sebelum pada 11 Agustus 2025 mendatang, turun di Super League 2025.
Menghadapi Oxford United, yang memiliki fisik dan mental jauh lebih unggul dibandingkan Arema, Marcos Santos melihat Ahmat Alfarizie dan kawan-kawan tidak mampu mengimbanginya.
Salah satu buktinya, kata Marcos Santos, setelah laga terhenti karena mati lampu di stadion, Oxford United justru langsung mencetak gol cepat ke gawang Arema.
Sebaliknya skuadra Singo Edan, jangankan mampu membalas untuk menyamakan kedudukan, justru gawang Arema dihujani empat gol oleh klub kasta kedua di Liga Inggris tersebut.
“Oxford United memiliki keunggulan fisik ketimbang kami.”
“Secara mental, mereka juga bagus dalam menghadapi situasi. Jadi wajar mereka bisa menang,” tandasnya.
Meski demikian, pelatih berlisensi Conmebol Pro ini melihat, hasil akhir Piala Presiden, bukanlah akhir dari segalanya. Pihaknya tetap memberikan apresiasi atas kerja keras dan semangat juang pemain Arema FC sepanjang turnamen.
“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh pendukung Arema atas hasil yang kami raih.”
“Ini bukan akhir yang kami inginkan. Tapi para pemain sudah bekerja keras dari awal sampai akhir turnamen,” ujar Marcos Santos.
Justru baginya, menghadapi lawan dengan kualitas dan kecepatan seperti Oxford United, akan menjadi modal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi BRI Super League 2025/2026.
“Pertandingan lawan Oxford memberi kami pelajaran dan pengalaman besar.”
“Bermain melawan tim seperti Oxford, membantu kami mengukur kemampuan dan mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum kompetisi dimulai,” jelasnya.
Itulah sebabnya, selepas laga pada Kamis (10/7/2025) lalu, tim Arema langsung pulang ke Malang pada Jumat (11/7/2025).
Pelatih Marcos Santos ingin segera membenahi timnya dan fokus penuh pada kompetisi yang kini berubah nama menjadi Super League tersebut.
“Kami akan kembali bekerja, membenahi kekurangan dan memastikan Arema lebih siap di Super League.”
“Terima kasih untuk dukungan yang tak pernah berhenti dari Aremania. Kami akan terus berjuang,” tandasnya.
Setibanya di Malang pada Jumat (11/7/2025), seluruh penggawa Singo Edan diliburkan dari latihan. Mereka baru kembali ke lapangan pada Minggu (13/7/2025) sore, untuk berlatih rutin.
Itu dilakukan karena Super League tinggal menyisakan hitungan minggu. Dalam bocoran jadwal pertandingan, Arema FC dijadwalkan menjamu Persita Tangerang, di Stadion Kanjuruhan pada 11 Agustus 2025 mendatang. (*/Ra Indrata)