
BARU: M Rafli yang kemarin menyandang ban kapten, saat Arema FC dijamu Dewa United, di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten. (Foto: Arema Official Foto)
Kapten tim Arema di Liga 1 musim 2023-2024, bisa saja berubah. Bukan lagi Johan Farizi seperti dua musim terakhir.
Calonnya sudah mengerucut menjadi dua pemain, seperti yang diungkapkan Manajer Tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas.
Wiebie mengatakan, pihaknya tak punya hak untuk memilih atau menunjuk pemain menjadi kapten tim. Keputusan itu diserahkannya kepada tim pelatih.
Memang selama ini, termasuk di laga uji coba pramusim, ada empat pemain yang pernah mengenakan ban kapten. Ada Johan Farizi, Dendi Santoso, Muhammad Rafli dan Ichaka Diarra.
“Saya serahkan kepada tim pelatih, pengalaman Coach Gethuk (Joko Susilo) dan Coach Putu (Gede) yang bisa memilih.”
“Kalau saya gak bisa. Mereka yang mendampingi tim di lapangan, sehingga tahu siapa pemain yang pantes menjadi leader,” kata Wiebie.
Wiebie menyebut, kapten tim Arema di Liga 1 2023-2024 tak harus pemain lokal. Pemain asing, yang baru gabung sekalipun bisa mengemban ban kapten di lengannya, asal sesuai kriteria tim pelatih.
“Bukan cuma pemain lokal senior, pemain asing juga bisa menjadi kapten tim, ditunggu saja. Bisa Ichaka, bisa Rafli, atau pemain lain, itu keputusan pelatih. Yang jelas, kaptennya sudah pasti,” imbuhnya.
“Kalau saya, bagian memberikan motivasi saja. Kalian berjuang, bekerja keras, bawa Arema berprestasi, pasti saya berikan bonus sesuai kesepakatan di awal,” katanya.
Dan memang saat menjalani laga pertama Liga 1 2023/2024, di markas Dewa United, Minggu (2/7/2023). Tim Singo Edan membawa 24 pemain ke Tangerang.
Dari daftar pemain yang meninggalkan Malang, tidak ada nama kapten utama Arema, Ahmad Alfarizi. Hingga latihan terakhir, bek kiri yang akrab dengan nomor punggung 87 itu masih latihan terpisah.
Alfarizi mengalami cedera engkel dalam dua pekan terakhir. Saat ujicoba melawan Bali United dan Rans Nusantara dia juga absen. Tapi saat pemusatan latihan di Yogyakarta, bek 33 tahun itu ikut berlatih.
“Alfarizi masih butuh waktu istirahat satu pekan lagi. Masih ada keluhan di cedera engkel dan telapak kaki,” kata fisioterapi Arema FC, Reta Arroyan.
Jelas kerugian besar diterima Arema FC, karena Alfarizi merupakan pilihan utama di sektor bek kiri. Selain itu, dia menjabat sebagai kapten tim.
Tapi, tim pelatih Arema sudah mengantisipasi hal ini. Mereka punya bek muda Mikael Tata yang baru bergabung sejak pekan lalu. Sepekan terakhir, pemain jebolan Timnas Indonesia U-19 ini dicoba menggantikan Alfarizi.
Meski masih muda, Tata tak canggung bermain dengan para seniornya. Padahal ini jadi pengalaman pertama berkiprah di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Karena sebelumnya dia membela tim Liga 3 di Papua, Waanal Brothers.
Sementara tugas sebagai kapten tim juga sudah diberikan kepada pemain lain. Sebenarnya, Arema punya Dendi Santoso sebagai wakil kapten. Tapi jika Dendi jadi cadangan.
Dan akhirnya di laga tersebut, M. Rafli yang mengemban tugas sebagai kapten tim. (*/ Ra Indrata)