MENDUNIA: Wakil Bupati Malang, ketika hadir dalam Seminar Pengembangan Ekosistem Perekonomian Desa dan Implementasi Desa Cerdas Fiskal, di Hotel Rayz UMM, Kecamatan Dau, Jumat (6/11/2026) pagi. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, membuka Seminar Pengembangan Ekosistem Perekonomian Desa dan Implementasi Desa Cerdas Fiskal, guna mentransformasi alokasi APBDes ke sektor usaha produktif di Hotel Rayz UMM, Kecamatan Dau, Jumat (6/11/2026) pagi.
Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat tapak, terus digelorakan secara berkelanjutan di Bumi Kanjuruhan.
Mengisi agenda kerja pada Jumat (6/11/2026) pagi, Pemerintah Kabupaten Malang kembali melancarkan langkah strategis, penataan tata kelola keuangan desa.
Langkah ini ditandai dengan pembukaan Seminar Pengembangan Ekosistem Perekonomian Desa dan Implementasi Desa Cerdas Fiskal.
Acara dipusatkan di Hotel Rayz UMM, Jalan Raya Sengkaling Nomor 1, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Hadir mendampingi Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, di antaranya Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, jajaran Kanwil Bea Cukai Jatim II Kementerian Keuangan RI, Kepala DPMD Kabupaten Malang, serta puluhan Kepala Desa.
Dalam pengarahannya, Wabup Malang Lathifah Shohib menekankan pentingnya perubahan mendasar (transformasi) pola pikir, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Alokasi APBDes tidak boleh lagi dihabiskan, sebatas untuk belanja operasional rutin pemerintahan, atau pembangunan fisik semata.
Penggunaan anggaran desa wajib dialihkan untuk menggerakkan unit ekonomi produktif, menguatkan BUMDes, serta mendongkrak pendapatan riil warga.
“Kunci kemandirian adalah pengelolaan fiskal yang cerdas dan transparan. APBDes harus bergerak menyasar sektor ekonomi produktif warga,” ujar Lathifah Shohib, Jumat (6/11/2026).
Peta Potensi dan Ekspor Kopi Ke Italia
Lathifah membeberkan, Kabupaten Malang mengayomi 378 desa dengan beragam keunggulan komoditas lokal.
Mulai dari sektor pertanian hortikultura, peternakan sapi perah, perikanan, industri kreatif, hingga destinasi pariwisata.
Peta potensi tersebut, wajib digarap secara inovatif mengikut karakteristik wilayah masing-masing.
Salah satu bukti keberhasilan jaringan kemitraan desa, adalah kelancaran distribusi komoditas cabai hingga menembus pasar luar pulau di Kalimantan.
Selain itu, komoditas kopi unggulan Kabupaten Malang, terbukti sukses menembus pasar ekspor internasional hingga ke negara Italia.
Kekuatan ekonomi pedesaan ini turut menyokong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang yang mampu bertahan positif di angka 5,92 persen.
Sebagai salah satu lumbung pangan utama Jawa Timur, komoditas kopi, cokelat, dan susu segar terus diperluas jaringan pemasarannya.
Wabup mengapresiasi terobosan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, yang menginisiasi program Desa Cerdas Fiskal.
Seleksi Desa dan Paket Pelatihan BI
Sebanyak 18 desa di Kabupaten Malang saat ini telah terlibat aktif dalam tahap percontohan program Desa Cerdas Fiskal.
Dari jumlah tersebut, 10 desa terbaik akan disaring untuk melakoni tahapan uji presentasi pada pekan depan.
Puncak penganugerahan penghargaan (awarding) dijadwalkan berlangsung pada 18–19 November 2026 mendatang.
Guna memantapkan kapasitas teknis aparatur desa, Bank Indonesia Malang disiapkan untuk memberikan paket pelatihan manajemen fiskal bagi para kepala desa.
Desa-desa peserta juga diimbau untuk menularkan ilmu tata kelola fiskal kepada desa tetangga yang belum terlibat.
Selain sektor ekonomi, Pemkab Malang menggandeng jajaran perguruan tinggi di Malang Raya untuk memfasilitasi alokasi beasiswa bagi anak-anak desa berprestasi.
“Kami ingin program ini menular menjadi gerakan bersama. Sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan perbankan akan menjadikan desa sebagai motor utama ekonomi daerah,” pangkas Lathifah optimis. (PKP/Ra Indrata)




