PEMIMPIN: Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. Sutirjo, M.Pd bersama siswa berprestasi dalam kejuaraan nasional yang diraihnya. (Foto: MAN 1 for Malang Post).
MALANG POST – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang, Dr. Sutirjo, M.Pd. menyampaikan rasa bangga atas dedikasi civitas akademika, yang sukses memanen lebih dari 50 trofi kejuaraan tingkat lokal hingga nasional, sepanjang Oktober dan November 2026, sekaligus menggembleng benteng pendidikan karakter siswa di Malang, Jumat (6/11/2026).
Keuletan, etos kerja keras, dan dedikasi tinggi civitas akademika MAN 1 Kota Malang, kembali membuahkan deretan hasil yang sangat membanggakan.
Menginjak awal November 2026, lembaga pendidikan madrasah favorit di Kota Malang ini, kembali mengukuhkan posisinya sebagai gudang pencetak prestasi.
Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. Sutirjo, M.Pd., mengapresiasi tinggi semangat juang para guru dan anak didiknya, di berbagai panggung kejuaraan.
Sutirjo membeberkan, sepanjang kurun waktu Oktober hingga awal November 2026 saja, keluarga besar MAN 1 Kota Malang berhasil menyabet lebih dari 50 gelar juara.
Penghargaan tersebut terbentang mulai dari skala regional, nasional, hingga internasional.
Raihan trofi mencakup Juara Favorit, Juara 1, Juara 2, hingga Juara 3 yang digelar oleh berbagai universitas negeri ternama, maupun lembaga bereputasi tinggi.
“Anak-anak dan para guru kita telah mencatatkan capaian luar biasa. Di periode Oktober dan November 2026 saja, ada lebih dari 50 prestasi tingkat kota hingga nasional yang berhasil diraih,” ujar Sutirjo, Jumat (6/11/2026).
Deretan Nama Siswa dan Guru Berprestasi

PENGHARGAAN: Guru bahasa Indonesia MAN 1 Kota Malang, Eka Wijayanti, saat menerima piagam penghargaan sebagai Best 3, dari kompetisi nasional inovasi media pembelajaran berbasis IT 2026 di Universitas Teknologi Surabaya. (Foto: MAN 1 for Malang Post)
Di antara deretan raihan manis tersebut, tim MAN 1 Kota Malang sukses menyabet gelar Essay Competition Pagelaran Kesepuluh, melalui kolaborasi kelompok Qoriina Musyafa’ah dan kawan-kawan.
Pada ajang Festival Film Islami 2026, tim yang digawangi Akbar, Kyota, Brilian, dan Almira sukses memboyong predikat Juara Favorit.
Sementara di cabang olahraga, M. Azzam Kenzie AF sukses membawa pulang gelar Juara 2 Kejuaraan Menembak IMSSU.
Tim futsal MAN 1 Malang di bawah komando Rian Siam Apratama, juga sukses membawa pulang trofi kemenangan dalam ajang Futsal Cup 2026.
Tak hanya para siswa, jajaran pilar pengajar MAN 1 Malang turut mengukir tinta emas di tingkat Jawa Timur dan nasional.
Dr. Diyah Islami, M.KPd., berhasil lolos sebagai Finalis Guru Inspiratif Kemenag Jatim 2026.
Sedangkan guru Bahasa Indonesia, Eka Wijayanti, sukses mengamankan posisi Best 3 pada Kompetisi Nasional Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT 2026 kategori User Friendly Media.
“Capaian guru dan siswa ini menjadi bukti bahwa iklim belajar di MAN 1 Kota Malang tumbuh sangat subur dan kompetitif,” tambah mantan Kepala MTsN 3 Lawang tersebut.
Filterisasi Gadget dan Benteng Karakter

PENDIDIK: Guru MAN 1 Kota Malang, Diyah Islami, finalis GTK Madrasah Berprestasi kategori Guru Inspiratif Kemenag Jawa Timur. (Foto: MAN 1 for Malang Post)
Kendati berhasil memanen puluhan trofi kejuaraan, Sutirjo senantiasa mewanti-wanti para siswanya agar tidak cepat berpuas diri atau menyombongkan diri.
Sutirjo berpesan agar para siswa, memanfaatkan gawai (gadget) dan fasilitas teknologi dari orang tua secara bijak untuk hal-hal produktif.
Ia mendesak agar orang tua murid di rumah, terus memperketat pengawasan dan pemantauan pergaulan anak pascajam sekolah.
Pihak sekolah berkomitmen menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual (akademik) dan penguatan benteng moral agamis.
Jika siswa hanya dibekali keahlian akademik tanpa ditopang oleh nilai-nilai moral agama yang kokoh, dikhawatirkan akan memicu timbulnya rasa sombong berlebihan (over-confidence).
Sifat takabur dan lupa diri, lambat laun justru akan menenggelamkan potensi diri ke dalam jurang kehancuran.
“Kepintaran akademik harus dibentengi moral dan agama. Jangan sampai lupa diri atau sombong, karena kesombongan itu yang akan menenggelamkan diri sendiri,” pangkas Sutirjo mawas diri. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




