MALANG POST – Ribuan langkah di lintasan 5 kilometer, diharapkan berlanjut menjadi transaksi di warung, rumah makan, dan lapak kuliner pesisir. Bagi pelaku usaha di Malang Selatan, Family Sunset Walk & Run 2026, bukan sekadar agenda olahraga, melainkan peluang untuk mempertemukan wisatawan dengan produk lokal.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Desember 2026 di Pantai Tanjung Penyu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, itu mendapat perhatian pelaku usaha setempat. Mereka berharap kedatangan peserta dan wisatawan turut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi.
Ketua Yayasan Konservasi Penyu Malang Selatan, Sutar, menilai penyelenggaraan event wisata, perlu melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rantai ekonomi pariwisata. Salah satunya dengan memberi kesempatan kepada warung dan UMKM lokal, untuk menyediakan kebutuhan konsumsi pengunjung.
“Harapan kami nanti ada pemberdayaan. Tamu-tamu jangan sampai membawa bekal makanan dari rumah masing-masing karena juga berdampak terhadap sampah. Dengan memberdayakan warung-warung, wisatawan bisa membeli makanan di sini,” kata Sutar.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan, sekecil apa pun, berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha. Pengunjung bisa membeli makanan sebelum menuju pantai, setelah berwisata, atau memesan konsumsi untuk kegiatan di lokasi.
“Kalau UMKM tetap ada dampaknya. Besar atau kecil pasti berdampak. Pelanggan kami banyak yang senang berwisata ke sana. Kadang berangkatnya makan dulu, pulangnya makan dulu, atau catering mengantar makanan ke lokasi. Pasti sedikit banyak berdampak,” ujarnya.
Wisata Harus Sejalan dengan Konservasi

Sutar mengingatkan, perkembangan pariwisata pesisir tidak boleh hanya mengejar peningkatan jumlah pengunjung. Konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan.
“Antara wisata massal dan konservasi harus selalu berjalan bersama-sama. Pemberdayaan masyarakat itu penting, termasuk untuk mengurangi sampah plastik,” tegasnya.
Ia melihat bertambahnya destinasi wisata di kawasan Malang Selatan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pantai Tanjung Penyu, Teluk Asmara, dan sejumlah destinasi lainnya menjadi bagian dari berkembangnya aktivitas pariwisata di wilayah tersebut.
“Kalau untuk peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, SDM pasti meningkat dengan adanya wisata-wisata baru. Ada Tanjung Penyu, Teluk Asmara, dan wisata lainnya. Itu menambah income masyarakat dengan adanya wisata,” jelas Sutar.
Namun, ia mengingatkan pelaku UMKM, khususnya pedagang di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS), agar menjaga kepercayaan wisatawan melalui keterbukaan harga.
Menurutnya, daftar harga makanan dan minuman perlu dipasang secara jelas. Langkah itu penting agar pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara dan wisatawan dari luar daerah, merasa nyaman ketika bertransaksi.
“Harapan kami untuk UMKM yang menjual makanan di sekitar JLS, harganya sesuai dan transparan. Jangan sampai wisatawan mancanegara maupun wisatawan dari luar daerah khawatir ditarget harga mahal ketika membeli di UMKM,” katanya.
Ia juga mendorong penggunaan pembayaran digital untuk memudahkan pengunjung yang tidak membawa uang tunai.
“Kalau tidak membawa uang cash, bisa transfer melalui BRI, BRImo atau pembayaran lainnya,” ujarnya.
Berharap Manfaat Merata di Semua Pantai

UMKM: Naning, salah satu pemilik warung ikan bakar di depan pantai Tanjung penyu. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Harapan agar pariwisata memberi manfaat lebih luas juga disampaikan Naningsih, pelaku UMKM asal Desa Sitiarjo. Ia berharap perkembangan destinasi di Malang Selatan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata.
“Yang saya harapkan, Desa Sitiarjo dan semua wisata yang berada di kawasan Malang Selatan bisa menambah dan memperbaiki ekonomi masyarakat,” kata Naningsih.
Menurutnya, bertambahnya kunjungan wisatawan seharusnya membuka kesempatan bagi pedagang makanan, penjual produk lokal, dan pelaku usaha lainnya.
“Semua yang berusaha di wisata maupun di wilayah Jalur Lintas Selatan, terutama nanti mendapatkan berkah dengan banyaknya wisatawan yang membeli produk UMKM, terutama makanan dan masakan laut khas Malang Selatan,” ujarnya.
Naningsih berharap pemberdayaan UMKM tidak hanya terpusat di satu destinasi. Pelaku usaha di berbagai pantai perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati dampak perkembangan pariwisata.
“Kalau untuk UMKM itu seharusnya menyeluruh bagi semua pantai, bukan hanya di Tanjung Penyu,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah terus memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil di kawasan wisata maupun desa-desa sekitar.
“Harapan dari semua masyarakat kecil yang berada di kawasan wisata maupun desa-desa di Malang Selatan, pemerintah selalu menggalakkan dan membantu perekonomian yang ada untuk menyejahterakan semua masyarakat,” tuturnya.
Event 5K Jadi Pintu Masuk Wisata
Family Sunset Walk & Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Desember 2026 di Pantai Tanjung Penyu. Kegiatan ini memadukan olahraga, rekreasi keluarga, dan pengalaman menikmati suasana matahari terbenam di pesisir Malang Selatan.
Informasi penyelenggaraan pada platform RuangLari mencantumkan kategori 5K dengan rute yang memadukan aspal, paving, pasir pantai, dan tanah. Lintasannya dirancang dengan elevasi relatif minim serta steril dari kendaraan.
Panitia menyiapkan sejumlah fasilitas, di antaranya water station setiap sekitar 2,5 kilometer, layanan medis, official jersey, BIB, medali finisher, dan goodie bag. Biaya pendaftaran tercantum sebesar Rp150 ribu.
Peserta dari luar daerah juga mendapat fasilitas penginapan gratis. Fasilitas ini diharapkan memberi kesempatan kepada mereka untuk tinggal lebih lama dan mengunjungi destinasi lain di sekitar lokasi kegiatan.
Penyelenggaraan event tersebut sebelumnya mendapat sambutan positif dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Olahraga berbasis wisata dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi sekaligus menggerakkan usaha masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PDI Perjuangan Zulham Mubarok juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap peserta tidak hanya datang untuk mengikuti lomba, tetapi turut menikmati berbagai pantai di kawasan Malang Selatan.
Bagi pelaku usaha lokal, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan menyediakan produk berkualitas, harga yang transparan, serta layanan pembayaran yang memudahkan pengunjung. Pengelolaan sampah dan pemerataan kesempatan bagi UMKM juga menjadi bagian penting agar pertumbuhan wisata tidak hanya menguntungkan satu destinasi.
Jika keterlibatan masyarakat terbangun, Family Sunset Walk & Run berpeluang mempertemukan kegiatan olahraga dengan perputaran ekonomi lokal. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti ketika peserta meninggalkan lintasan, tetapi berlanjut ke warung, rumah makan, dan usaha masyarakat di sepanjang kawasan wisata Malang Selatan. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




