MALANG POST – Menjaga pantai tidak cukup hanya dengan menikmati keindahannya. Upaya merawat ekosistem pesisir membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi dan masyarakat.
Semangat itu dibawa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan bertajuk AKSARA: Menyemai Harapan, Membumikan Kepedulian di kawasan Unit Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026).
Sebanyak 200 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan instansi terkait tersebut.
Selain aksi penghijauan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai fungsi mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Materi disampaikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Roni, bersama dua rekannya.

EDUKASI PANTAI: Puluhan mahasiswa BEM FMIPA Universitas Negeri Malang (UM), saat melaksanakan kegiatan AKARASA (AKSI BEM FMIPA) 2026, di kawasan Unit Balekambang, Pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Mereka menjelaskan peran mangrove sebagai pelindung kawasan pantai dari abrasi sekaligus habitat dan penyangga kehidupan berbagai biota laut.
Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk memahami bahwa keberadaan mangrove bukan sekadar penghijauan, melainkan bagian penting dari keberlanjutan lingkungan pesisir.
Kepala Unit Balekambang, Wijang Erlangga Pratama, mengapresiasi inisiatif FMIPA UM yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan konservasi lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan AKSARA dari FMIPA UM ini. Penanaman 200 bibit mangrove ini bukan hanya sekadar menanam, tapi menyemai harapan untuk masa depan pesisir yang lebih lestari.”
“Semoga kepedulian seperti ini terus membumi dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk cinta lingkungan,” ujar Wijang.
Balekambang Kembangkan Wisata Edukasi
Kegiatan penanaman mangrove tersebut, juga menjadi momentum bagi Unit Balekambang, memperkenalkan inovasi Paket Edukasi dan Rekreasi Balekambang.
Paket wisata berbasis konservasi ini dirancang, agar pengunjung tidak hanya menikmati panorama pantai, tetapi juga terlibat dalam aktivitas pembelajaran dan pelestarian lingkungan.
Ada tiga kegiatan utama yang ditawarkan. Pertama, Tanam Mangrove, yakni mengajak wisatawan terlibat langsung menanam bibit mangrove di kawasan pesisir.
Kedua, Bersih Pantai, berupa kegiatan bersama untuk menjaga kebersihan kawasan pantai dari sampah.
Ketiga, Eco Walk, yaitu penjelajahan edukatif untuk mengenal keindahan alam dan keanekaragaman hayati di kawasan Balekambang.
Melalui paket tersebut, Unit Balekambang ingin memperluas pengalaman wisata dengan memasukkan unsur pendidikan lingkungan dan partisipasi pengunjung dalam kegiatan konservasi.
Kolaborasi dengan FMIPA UM diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga memperhatikan kelestarian alam.
Bagi kalangan mahasiswa, kegiatan AKSARA menjadi ruang penerapan kepedulian lingkungan di luar kegiatan akademik.
Sementara bagi pengelola destinasi, keterlibatan perguruan tinggi dan masyarakat membuka peluang pengembangan program wisata edukatif yang berkelanjutan.
Semangat “Menyemai Harapan, Membumikan Kepedulian” pun menjadi pesan utama kegiatan tersebut.
Pelestarian pesisir membutuhkan tindakan nyata dan keterlibatan berkelanjutan agar manfaat lingkungan dapat dirasakan oleh generasi mendatang. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




