MALANG POST – Tim medis Arema FC memastikan, saat ini tersisa dua pilar utama yakni gelandang Alfeandra Dewangga dan striker Gustavo Henrique, yang masih menjalani program pemulihan cedera intensif di bawah pengawasan fisioterapis Reta Arroyan.
Badai cedera yang sempat mengganggu keseimbangan kedalaman skuad Arema FC, kini mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Fisioterapis Arema FC, Reta Arroyan, membeberkan pembaruan kondisi terkini ruang medis tim kebanggaan Arek-arek Malang tersebut.
Reta memastikan, saat ini hanya ada dua nama pilar utama yang terdaftar aktif dalam program rehabilitasi cedera bersama tim medis.
Kedua pemain tersebut adalah bek serbabisa Alfeandra Dewangga, serta juru gedor haus gol asal Brasil, Gustavo Almeida.
Keduanya terus mendapatkan pendampingan khusus, agar bisa secepatnya kembali merumput membela tim di ajang kompetisi resmi.
“Sekarang tinggal dua pemain di ruang medis, yaitu Gustavo Almeida sama Dewangga. Kondisi keduanya terus kita pantau,” ujar Reta Arroyan.
Progres Lutut Alfeandra Dewangga

Nasib kurang beruntung sempat menimpa Alfeandra Dewangga, saat melakoni laga pembuka kompetisi musim ini.
Mantan pemain PSIS Semarang tersebut dihantam cedera benturan pada bagian area lutut, saat Arema FC bersua Isenmulang Kalteng FC pada 4 September 2026 lalu.
Insiden benturan keras di laga perdana tersebut, sempat membuat masalah pada tulang tempurung lututnya kambuh dan memaksanya menepi dalam beberapa laga berikutnya.
Meski demikian, Reta menyampaikan kabar gembira bahwa proses pemulihan struktur lutut Dewangga berjalan sangat positif.
Rasa nyeri pada bagian tulang tempurung lutut saat menjalani aktivitas berjalan maupun lari kecil (jogging) sudah jauh berkurang dibanding pekan lalu.
Tim medis memproyeksikan, Dewangga membutuhkan masa pemulihan lanjutan sekitar tiga hingga empat pekan ke depan sebelum dinyatakan siap bergabung penuh dalam sesi latihan taktis.
“Dewangga terbentur pada bagian area lututnya saat laga perdana. Tapi kondisinya sekarang sudah mulai membaik. Kemungkinan butuh waktu 3 sampai 4 minggu lagi, tinggal kita lihat perkembangannya,” terangnya.
Gustavo Henrique Mulai Adaptasi Lapangan
Kabar positif lainnya juga datang dari proses pemulihan mesin pencetak gol Singo Edan, Gustavo Henrique.
Striker tajam asal Brasil ini sebelumnya divonis mengalami cedera otot paha depan bagian kiri (quadriceps).
Cedera tersebut didapat Gustavo sejak awal Agustus 2026 lalu saat membela Arema FC di turnamen pra-musim Piala Presiden 2026 kontra DPMM FC.
Setelah melewati masa-masa krisis dan terapi fisik maraton bersama tim medis, kondisi paha Gustavo kini sudah menunjukkan kemajuan pesat.
Reta menyebut otot paha sang penyerang, tidak lagi mengalami ketegangan atau rasa kaku berlebih.
Pada pekan ini, tim fisioterapi mulai menaikkan porsi intensitas latihan fisik Gustavo secara bertahap di atas rumput lapangan.
Top skor Piala Presiden tersebut sudah diperbolehkan melakukan jogging serta adaptasi pergerakan lapangan guna mengembalikan stamina bertandingnya.
“Kondisi Gustavo semakin membaik. Minggu ini dia mulai menaikkan intensitasnya dan mulai mencoba adaptasi lapangan lagi seperti jogging. Program latihannya sudah berjalan sangat bagus,” pungkas Reta Arroyan. (Ra Indrata)




