ABAH: Bupati Malang HM Sanusi saat memberikan bantuan pada warga masyarakat Desa SumberPorong. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Warga Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, tak harus selalu menempuh perjalanan ke Kepanjen, untuk mengakses sejumlah pelayanan pemerintah. Melalui Program Subuh Keliling (Suling), berbagai layanan publik dibawa langsung ke tengah masyarakat, bersamaan dengan kegiatan keagamaan di Masjid Al-Ihsaan, Perumahan Griya Husada, Minggu (25/10/2026).
Layanan yang dihadirkan meliputi administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, BPJS, perizinan usaha berupa Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Nomor Induk Berusaha (NIB), bazar murah, hingga Samsat Keliling. Kehadiran berbagai layanan tersebut, menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di tingkat desa.
Kepala Desa Sumberporong Idhinningrum menilai, kegiatan Suling memberikan manfaat nyata karena warga bisa mengakses sejumlah kebutuhan pelayanan secara lebih dekat dan praktis.
“Ini bertujuan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara ulama dan umaro. Tetapi di Desa Sumberporong, kegiatan ini juga menjadi bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” ujar Idhinningrum.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Malang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut terlibat dengan memberikan pelayanan sesuai bidang masing-masing.
“Pelayanan publik yang selama ini rata-rata berada di pusat kota, yaitu Kepanjen, bisa lebih dekat dengan masyarakat. Ini bagian dari upaya memberikan pelayanan publik yang terbaik untuk warga, terutama masyarakat Desa Sumberporong,” tegasnya.
Masjid sebagai Pusat Pembentukan Karakter

SATU PINTU: Pelayanan publik dan pembagian sembako di Suling Desa SumberPorong. (Foto: Suseno/Malang Post)
Selain menghadirkan pelayanan pemerintahan, Suling menjadi sarana memperkuat kehidupan keagamaan dan kebersamaan masyarakat. Bupati Malang HM Sanusi, mengingatkan agar aktivitas keagamaan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki kepedulian sosial.
Sanusi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang konsisten menjalankan kegiatan keagamaan, mulai dari istighosah, selawat, hingga salat berjamaah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan keagamaan dengan istiqomah. Utamanya kegiatan istighosah, sholawatan, dan sholat berjamaah, sehingga Kabupaten Malang ini senantiasa mendapatkan keberkahan, ketentraman, dan dijauhkan dari segala bala,” kata politisi senior ini.
Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi itu juga mengajak warga membiasakan salat Subuh berjamaah dan melibatkan keluarga dalam kegiatan memakmurkan masjid.
“Mari kita semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Makmurkan masjid, ajak anak-anak dan keluarga kita untuk sholat berjamaah. Dari masjid kita bangun karakter masyarakat Kabupaten Malang yang religius dan rukun,” ajaknya.
Sumberporong Oke Lagi

BU KADES: Kepala Desa Sumberporong, Idhinningrum, saat diwawancara awak media. (Foto: Suseno/Malang Post)
Bagi Pemerintah Desa Sumberporong, penguatan kehidupan keagamaan berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Idhinningrum menyebut desa tersebut memiliki konsep “Sumberporong Oke Lagi”, yang diarahkan untuk mendorong masyarakat lebih religius, sehat, sejahtera, peduli lingkungan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.
Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Kualitas kesehatan masyarakat dan peningkatan ekonomi juga menjadi bagian penting agar kemajuan dapat dirasakan secara menyeluruh.
“Orangnya harus bertakwa, kemudian sehat. Kalau orangnya ada tetapi tidak sehat, juga tidak pas. Selanjutnya ekonominya harus meningkat. Kita ingin masyarakat sehat sekaligus memiliki kesejahteraan ekonomi,” jelasnya.
Karena itu, layanan yang hadir melalui Suling dinilai sejalan dengan kebutuhan warga. Pelayanan kesehatan mendukung upaya menjaga kondisi masyarakat, sedangkan layanan PIRT dan NIB dapat membantu warga yang membutuhkan pengurusan legalitas usaha.
Konsep pembangunan tersebut juga menekankan kepedulian terhadap lingkungan, toleransi antarumat beragama, dan gotong royong. Idhinningrum menilai kebersamaan warga menjadi modal penting untuk menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
“Gotong royong harus terus dijaga. Seluruh warga Desa Sumberporong berusaha menjalin kebersamaan satu sama lain,” ujarnya.
Selain itu, inovasi menjadi unsur penting agar desa tidak berhenti pada kondisi yang sudah ada. Masyarakat perlu terbuka terhadap perubahan dan pembaruan yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.
“Kita tidak boleh hanya berdiam diri dan menerima keadaan. Cepat atau lambat kita harus bertumbuh dan menjadi lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan masa depan harus lebih baik lagi,” tegasnya.
Pelaksanaan Suling di Sumberporong pun mempertemukan tiga unsur penting: kehidupan keagamaan, pelayanan pemerintahan, dan pembangunan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap kehadirannya tidak hanya dirasakan melalui kebijakan, tetapi juga lewat layanan yang dapat diakses langsung oleh warga.
Suling diharapkan menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendorong desa yang religius, sehat, mandiri, dan sejahtera. (Suseno/Ra Indrata)




