MALANG POST – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang menyiapkan skenario pengolahan sampah modern berbasis Material Recovery Facility (MRF) guna menekan tumpukan 1.100 ton sampah harian dari 2,8 juta jiwa penduduk yang membuat tiga TPA daerah nyaris kelebihan kapasitas, Kamis (22/10/2026).
Ancaman krisis kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Malang kini disikapi dengan terobosan taktis dari hulu ke hilir.
Dalam dialog talkshow di Radio City Guide FM pada Kamis (22/10/2026), Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, membeberkan bahwa 77 persen dari total sampah harian warga tergolong jenis organik.
Guna mengurai tumpukan tersebut, DLH menghadirkan fasilitas Material Recovery Facility (MRF) di tiap TPST sebelum sampah meluncur ke TPA.
Sampah organik diolah menjadi pakan ternak dan maggot BSF. Sementara sampah anorganik bernilai ekonomis didaur ulang via Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Persampahan, serta sisa residu dikonversi menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk bahan bakar pabrik semen.
“Kami juga menyiapkan fasilitator yang bergerak door to door ke rumah warga. Targetnya memberikan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten dari dapur rumah tangga,” ujar pria yang akrab disapa Avi ini, Kamis (22/10/2026).
Langkah edukasi ini telah merekrut 6.000 rumah tangga di 12 desa sebagai pilot project Program Bersih Indonesia.
Program hasil kolaborasi Pemkab Malang bersama lembaga nirlaba Singapura, Alliance to End Plastic Waste, ini mengucurkan bantuan dana hibah mencapai Rp 300 miliar lewat kementerian terkait.
Dana raksasa tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung TPST, pengadaan armada truk, serta peralatan penunjang. Sementara operasional harian didukung dari iuran swadaya warga terdaftar.
Indikator Keberhasilan di Mata Akademisi
Inovasi penanganan sampah dari hulu ini mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi kampus.
Dosen Teknik Lingkungan ITN Malang, Sudiro, menjelaskan bahwa indikator utama keberhasilan manajemen sampah terletak pada seberapa sedikit volume residu yang bermuara di TPA.
Penerapan fasilitas MRF di pertengahan alur distribusi dinilai sebagai langkah cermat dan tepat sasaran.
“Jika sampah berhasil dipilah dan didaur ulang di TPST lewat MRF, formula pengolahan sampah di Kabupaten Malang bisa dikatakan sangat berhasil,” pangkas Sudiro. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




