MALANG POST – Konektivitas transportasi publik antara Kota Malang dan Kabupaten Malang, segera bertambah. Persiapan operasional Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi hingga Talangagung, Kepanjen, mulai memasuki tahap akhir. Sebanyak 56 titik pemberhentian bus disiapkan, sedangkan pembangunan halte masih berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto, mengatakan, penyediaan sarana dan prasarana utama layanan tersebut menjadi kewenangan Dishub Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Malang mendukung persiapan di wilayahnya agar jalur dan titik pemberhentian siap sebelum layanan diluncurkan.
“Terkait sarana dan prasarana Trans Jatim Koridor 2, kewenangannya ada di Dishub Provinsi Jawa Timur. Saat ini proses pemasangan rambu bus stop di 56 titik guna menyambut launching. Pembangunan halte Trans Jatim juga masih dalam proses,” ujar Eko saat dihubungi Malang Post, Rabu (21/10/2026).
Kehadiran koridor baru ini diharapkan memberi alternatif perjalanan bagi masyarakat yang beraktivitas antara Kota Malang dan sejumlah kawasan di Kabupaten Malang. Jalurnya melewati beberapa wilayah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Rute Tetap hingga Talangagung
Eko memastikan belum ada perubahan rute Trans Jatim Koridor 2 di wilayah Kabupaten Malang. Jalur yang disiapkan dimulai dari Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melewati Sempalwadak, Bululawang, Krebet, Gondanglegi, Kepanjen, hingga Talangagung.
“Untuk jalur di wilayah Kabupaten Malang tidak ada perubahan. Tetap Terminal Hamid Rusdi, Sempalwadak, Bululawang, Krebet, Gondanglegi, Kepanjen dan Talangagung,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto. (Foto: Suseno/Malang Post)
Lintasan tersebut menghubungkan kawasan Kota Malang dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang sebelum berakhir di Talangagung. Kepanjen menjadi salah satu titik penting dalam koridor ini karena merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Malang.
Dengan jalur tersebut, layanan Trans Jatim diharapkan dapat memperluas pilihan transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bekerja, bersekolah, mengakses layanan publik, maupun menjalankan kegiatan ekonomi.
Disiapkan 15 Armada Bus
Dari sisi operasional, Trans Jatim Koridor 2 direncanakan menggunakan 15 unit bus. Armada tersebut akan melayani perjalanan pada koridor Kota Malang–Kabupaten Malang sesuai rute yang telah disiapkan.
Selain armada, keberadaan 56 titik bus stop dan pembangunan halte menjadi bagian penting dalam persiapan layanan. Rambu pemberhentian membantu masyarakat mengenali lokasi naik dan turun penumpang, sedangkan halte disiapkan sebagai fasilitas pendukung pelayanan.
Kejelasan titik pemberhentian diharapkan membuat pola naik-turun penumpang lebih tertata dan membantu mengurangi aktivitas menunggu bus di lokasi yang tidak semestinya.
Meski persiapan sarana dan prasarana terus berjalan, tanggal resmi peluncuran belum disebutkan dalam keterangan yang disampaikan Eko. Penyelesaian halte dan kesiapan fasilitas menjadi bagian yang perlu dipastikan sebelum layanan mulai beroperasi.
Jika seluruh tahapan persiapan rampung, Trans Jatim Koridor 2 diharapkan menjadi alternatif transportasi publik bagi masyarakat yang bepergian antara Kota Malang dan Kabupaten Malang, sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di Malang Raya. (Suseno/Ra Indrata)




