PAPARAN: Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, saat memberi paparan dalam seminar mahasiswa FE UIN Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan Malang menggelar seminar literasi finansial di Malang, Selasa (20/10/2026), untuk membekali puluhan mahasiswa perbankan syariah agar bijak mengelola keuangan dan terhindar dari investasi bodong.
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (FE UIN Maliki) Malang melalui Sharia Laboratory berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Seminar Mahasiswa bertajuk “No More FOMO Finansial: Bijak Mengelola Keuangan dan Berinvestasi di Era Digital”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) dan diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah semester 5. Agenda edukatif ini menghadirkan Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Farid menekankan vitalnya peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda, terutama di tengah maraknya fenomena rasa takut tertinggal (fear of missing out/FOMO) finansial, investasi bodong, pinjaman dalam jaringan (pinjol) ilegal, dan gaya hidup konsumtif di era digital.
“Mahasiswa harus cerdas membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan konsumtif. Jangan sampai hanya karena tergiur tren di media sosial, kita terjebak investasi tanpa legalitas yang jelas. Prinsip syariah mengajarkan kehati-hatian, keberkahan, serta pengelolaan harta yang bertanggung jawab,” ujar Farid Faletehan, Selasa (20/10/2026).
Melalui seminar interaktif ini, para mahasiswa dibekali empat pilar edukasi finansial utama:
- Perencanaan Keuangan: Memahami tata kelola alokasi keuangan pribadi sejak dini secara disiplin.
- Legalitas Produk: Mengenali kriteria produk keuangan legal dan logis yang terdaftar serta diawasi resmi oleh OJK.
- Investasi Syariah: Menerapkan instrumen investasi berbasis syariah yang aman, proporsional, dan berkelanjutan.
- Proteksi Diri: Membentengi diri dari jebakan judi dalam jaringan (judi online) serta praktik pinjol ilegal.
Ketua Sharia Laboratory FE UIN Maliki Malang, Guntur Kusuma Wardana, M.M., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan fakultas dalam mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan kampus. Diharapkan mahasiswa Perbankan Syariah tidak sebatas unggul pada tataran teoretis, melainkan mampu menjadi agen edukasi finansial syariah di tengah masyarakat.
Antusiasme peserta tecermin dari sesi diskusi yang dinamis. Sejumlah mahasiswa aktif berkonsultasi mengenai strategi memulai investasi syariah dengan modal terbatas khas mahasiswa hingga teknis mengidentifikasi indikasi investasi bodong.
Dengan terselenggaranya seminar ini, Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang berharap para mahasiswa semakin matang dan bijak dalam mengelola portofolio keuangan pribadi, serta siap menjawab tantangan dinamika ekonomi digital dengan tetap memegang teguh kaidah-kaidah syariat Islam. (Eka Nurcahyo)




