WINGER: Menggantikan Achmad Maulana di menit ke-78, menjadikan Robi Darwis tidak bisa memberikan kemampuannya secara maksimal. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, bersama perwakilan pemain Robi Darwis, menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada ratusan Aremania yang hadir di Bogor, usai takluk 1-3 dari Garudayaksa FC, sembari berjanji melakukan evaluasi total pada lini pertahanan, Sabtu (17/10/2026).
Kekalahan perdana Arema FC di panggung BRI Super League 2026/2027, menghadirkan duka mendalam bagi jajaran tim pelatih dan pemain.
Kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10/2026) sore, membeberkan celah besar di lini belakang yang wajib segera ditambal.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, memberikan analisis taktis secara jujur, mengenai penyebab kehancuran timnya.
Marcos menilai, timnya sebenarnya sempat memegang kendali permainan di awal laga, dengan mencetak gol cepat pada menit ke-5 melalui sundulan Matheus Blade.
Namun, kesalahan fatal dalam mengantisipasi skema transisi dan serangan balik lawan, buyarkan koordinasi lini belakang.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan mencetak gol pertama pada menit-menit awal. Kami punya kesempatan menambah gol, tetapi kami melakukan kesalahan saat mengantisipasi bola yang membuat lawan menyamakan kedudukan,” terang Marcos Santos, Sabtu (17/10/2026).
Pelatih asal Brasil itu, juga memberikan pujian pada kualitas individu penyerang lawan, Jayro Jean, yang sukses mencetak gol kedua Garudayaksa lewat sepakan melengkung.
Pada babak kedua, perubahan strategi untuk menaikkan intensitas serangan justru bumerang karena membuat pertahanan Arema terbuka lebar.
“Pada babak kedua kami berusaha memperbaiki keadaan dan meningkatkan intensitas permainan. Namun, pertahanan kami menjadi terlalu terbuka sehingga gol ketiga lawan seolah menyelesaikan pertandingan ini,” aku juru taktik berlisensi Pro Conmebol tersebut.
Permohonan Maaf Tulus Kepada Aremania
Hasil pahit ini terasa kian menyakitkan, karena ratusan pendukung setia Arema FC, Aremania, telah melakoni perjalanan jauh dari Malang menuju Bogor, demi memberikan dukungan langsung di tribun stadion.
Marcos Santos mengaku sangat tersentuh melihat spanduk, nyanyian, serta semangat pantang menyerah, yang ditunjukkan Aremania sepanjang 90 menit pertandingan.
Ia merasa sangat terpukul karena belum sanggup memberikan hadiah kemenangan, bagi para suporter yang telah berkorban waktu dan biaya.
“Kami sangat sedih karena ada begitu banyak Aremania yang hadir. Mereka datang ke sini, bernyanyi, dan sangat indah melihat mereka mendukung kami, tetapi sayangnya kami belum bisa menang,” tutur Marcos dengan raut wajah lesu.
Meski demikian, Marcos mengingatkan bahwa perjalanan kompetisi musim ini masih sangat panjang dan baru saja dimulai.
“Liga ini masih baru dimulai. Hal yang akan kami lakukan adalah terus bekerja keras, bersiap untuk pertandingan berikutnya, dan berusaha memberikan kemenangan pada laga selanjutnya,” janji sang pelatih.
Robi Darwis Mengaku Malu dan Siap Introspeksi
Rasa kecewa senada diluapkan oleh bek serbabisa Arema FC, Robi Darwis, yang turun sebagai pemain pengganti di pertengahan babak kedua.
Meski hanya merumput sekitar 10 hingga 15 menit di atas lapangan, Robi menolak menjadikan durasi bermain minim, sebagai alasan atas performa tim yang kurang maksimal.
Secara pribadi, mantan pelatih Persib ini, mengaku merasa malu pada ribuan Aremania karena gagal mempersembahkan tiga poin dalam laga tandang tersebut.
“Sebagai pemain, ketika diberi kepercayaan—berapa pun menitnya—saya pasti melakukan yang terbaik dan memberikan 100 persen untuk tim, apalagi ini Arema.”
“Sebenarnya saya cukup kecewa dan merasa cukup malu karena belum bisa memberikan hasil terbaik untuk Aremania,” cetus Robi Darwis.
Pemain bernomor punggung 24 yang lincah itu menegaskan, seluruh pilar Singo Edan tidak ingin sekadar mengumbar janji manis di media.
Seluruh anggota tim berkomitmen melakukan introspeksi diri secara menyeluruh guna memperbaiki kekurangan taktis sebelum melakoni laga pekan berikutnya.
“Tentu untuk para suporter, saya memohon maaf karena kami sebagai pemain belum bisa memberikan hasil maksimal tiga poin.”
“Kami tidak ingin sekadar mengumbar janji. Kami akan berintrospeksi diri mengenai kekurangan yang ada. Target untuk pertandingan berikutnya tentu saja meraih tiga poin,” pungkas Robi tegas. (Ra Indrata)




