DUEL HEADING: Walisson Maia berebut bola dengan Brian Rubio, sebelum akhirnya striker asal Meksiko itu, sukses mencetak satu gol ke gawang Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Rekor tak terkalahkan Arema FC, akhirnya pecah usai ditundukkan tim promosi Garudayaksa FC, dengan skor telak 1-3, akibat rapuhnya koordinasi lini pertahanan pada laga Pekan ke-5 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10/2026) sore.
Gol-gol keji itu, kembali tercipta dengan begitu mudah ke dalam gawang Arema FC.
Kiper Adi Satryo yang selalu dipercaya mengawal gawang Singo Edan dalam lima laga terakhir, harus kembali memungut bola dari dalam jaringnya.
Namun, tiga gol yang disarangkan skuad Garudayaksa FC, bukan murni kesalahan kiper bernomor punggung 30 tersebut.
Lini pertahanan Arema FC yang sangat keropos dan mudah ditembus, menjadi biang kerok utama kekalahan menyakitkan ini.
Padahal, bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (17/10/2026) sore, anak-asuh Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, sebenarnya memulai laga dengan sangat sempurna.
Laga baru berjalan lima menit, Matheus da Conceicao Nascimento alias Matheus Blade, sudah berhasil mencetak gol pembuka.
Memanfaatkan umpan sepak pojok terukur dari Marcos Vinicius, Matheus Blade memenangkan duel udara melawan kiper Garudayaksa, Dominik Holec.
Tandukannya yang tajam meluncur mulus ke pojok atas kiri gawang tanpa mampu dihalau.
Dua Gol Cepat Balasan Tuan Rumah
Sayangnya, keasyikan menyerang membuat benteng pertahanan Singo Edan lengah dan mudah dihukum, lewat skema serangan balik cepat (counter attack).
Bencana dimulai ketika sapuan bola Gabriel Silva, tidak sempurna di area pertahanan sendiri.
Penyerang sayap Garudayaksa, Jayro Jean, langsung menyambar bola dan melesat cepat menyusuri sisi kanan pertahanan Arema FC.
Masuk ke dalam kotak penalti, Jayro melepaskan tembakan keras.
Adi Satryo sempat memblok bola silang tersebut, tetapi bola liar justru memantul ke arah Brian Alejandro Rubio Rodriguez, yang berdiri bebas tanpa kawalan.
Striker asal Meksiko itu dengan sangat dingin melepaskan tendangan melengkung (plessing) ke pojok kiri gawang pada menit ke-34, untuk menyamakan skor 1-1.
Hanya berjarak dua menit dari gol pertama, gawang Arema FC kembali jebol melalui skema yang hampir mirip.
Kali ini Jayro Jean bertindak sebagai eksekutor utama.
Gol tendangan melengkung Jayro yang merobek jala Adi Satryo, lahir karena duet defender Arema FC, Walisson Maia dan Diego Landis, memberi ruang terlalu longgar.
Dua palang pintu asal Brasil itu, hanya membayang-bayangi tanpa melakukan tekanan (pressing) ketat.
Celah sempit di kotak penalti itu, dimanfaatkan Jayro untuk melepaskan sepakan keras ke pojok kanan atas gawang Arema FC. Skor berbalik 2-1 untuk tuan rumah.
Gol Penutup dan Pergeseran Klasemen
Memasuki babak kedua, Arema FC berupaya mengejar ketertinggalan, dengan menaikkan intensitas serangan.
Namun, alih-alih mencetak gol penyeimbang, gawang Singo Edan justru kembali jebol untuk ketiga kalinya pada menit ke-70.
Pemain pengganti Garudayaksa, Carlos Iury Bezerra da Silva, mengunci kemenangan timnya.
Gol ini diawali dari aksi Christian Frydek, yang merangsek masuk ke kotak 16 meter, tanpa mendapat gangguan berarti dari para pemain belakang Arema.
Gelandang bernomor punggung 11 itu, dengan leluasa menyodorkan umpan manja kepada Iury da Silva, yang berdiri tepat di tengah kotak penalti.
Hanya dengan sekali sentuhan sembari membalikkan badan, Iury melepaskan tendangan keras ke tengah gawang.
Para pemain Arema FC hanya terpaku melihat bola (ball watching) tanpa ada tempelan ketat.
Kekalahan 1-3 di hadapan 1.882 penonton itu, menjadi kekalahan perdana bagi Arema FC musim ini.
Hasil minus ini melempar Singo Edan ke posisi ke-10 klasemen sementara, dengan raihan enam poin dari lima laga (sekali menang, tiga kali seri, sekali kalah).
Bagi Garudayaksa FC, hasil ini merupakan kemenangan bersejarah perdana mereka di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Anak-asuh Miloš Joksić kini naik ke peringkat ke-13 dengan koleksi lima poin. (Ra Indrata)




